7 Wanita Berpengaruh yang Telah Tiada

Bagikan Artikel

Wanita yang dihormati karena peran pentingnya di dunia

Gender tidak berpengaruh pada kehebatan mereka.

Tidak hanya pria yang mampu memimpin dengan baik.

Meninggalnya Margaret Thatcer menimbulkan kesedihan tersendiri pada banyak orang. The Iron Lady ini memang dikenal sebagai pemimpin yang baik dengan perjuangannya yang keras. Namun Thatcher bukanlah satu-satunya pemimpin wanita yang berpengaruh. Berikut beberapa wanita yang memiliki peran penting pada masa hidupnya:

Golda Meir – Perdana Menteri Israel (1898-1978)

Golda Meir

Golda Meir (Sumber : wikipedia.org)

Golda Meir merupakan wanita asal Ukraina yang kemudian pindah ke Palestina setelah sebelumnya tinggal di Amerika bersama keluarganya. Sejak remaja, Meir gemar melakukan debat dan diskusi tentang Zionisme, hak-hak wanita dan sastra. Meir mulai berperan banyak dalam perkembangan Israel sejak 1948, ketika ia mulai ikut berjuang dalam pergerakan Zionisme dan memiliki beberapa jabatan penting seperti Duta Besar Israel di Moskow, Menteri Luar Negeri pada 1956 dan Perdana Menteri pada 1969.

Sebagai pemimpin yang berjuang untuk hak manusia dan kepemimpinannya yang tegas, Meir menjadi inspirasi dan dicintai banyak orang. Ia menjadi contoh bagi banyak wanita dan dihormati oleh para warga Yahudi di seluruh dunia. Pada 1975, ia menulis autobiography berjudul My Life dan mendapatkan Israel Prize atas kontribusinya pada negara tersebut. Meir meninggal pada 8 Desember 1978 akibat penyakit kanker yang dideritanya pada usia 80 tahun.

Indira Gandhi – Perdana Menteri India (1917-1984)

Indira Gandhi

Indira Gandhi (Sumber : wikipedia.org)

Terlahir sebagai anak dari Jawaharlal Nehru, sulit bagi Indira Gandhi untuk tidak terjun dalam dunia politik. Gandhi banyak menghabiskan waktu bersama ayahnya, oleh karena itu ia tidak asing dengan kerasnya berkutat dengan politik. Presiden Nixon menjulukinya sebagai ‘old witch’, namun ia mampu memimpin India dengan baik sebagai Perdana Menteri pada 1966-1977 dan 1980-1984.

Gandhi memimpin di masa yang sangat sulit namun ia mampu mengatasi banyak masalah dengan tegas dan penuh keteguhan. Salah satu aksinya yang terkenal adalah ketika ia memimpin operasi Blue Star yang bertujuan untuk menyingkirkan para pemberontak yang merencanakan penyerangan dengan senjata berat. Gandhi meninggal setelah ditembak oleh dua bodyguard-nya sendiri pada 31 Oktober 1984, kemudian anaknya menggantikan posisi Gandhi namun anaknya juga tewas dengan cara yang sama seperti Gandhi.

Sirimavo Bandaranaike – Perdana Menteri Wanita Pertama (1916-2000)

Sirimavo Bandaranaike

Sirimavo Bandaranaike (Sumber : wikipedia.org)

Sejak suami Sirimavo Bandaranaike yaitu Solomon Bandaranaike yang merupakan Perdana Menteri Sri Lanka dibunuh tahun 1959, wanita ini kemudian menggantikan posisi suaminya. Bandaranaike menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Perdana Menteri di dunia, dengan memegang posisi pada 1960an, 1970an dan 1990an. Wanita ini memiliki peran besar pada konstitusi baru di Sri Lanka pada 1972 dan mengganti nama negara yang sebelumnya bernama Ceylon menjadi Sri Lanka.

Anak dari Bandaranaike yang bernama Chandrika Kumaratunga menjadi Presiden ketiga Sri Lanka yang memipin sejak 1994 hingga akhir 2005. Bandaranaike meninggal di usia 84 tahun pada tahun 2000 silam.

Rosa Parks – Aktivis Afrika Amerika (1913-2005)

Rosa Parks

Rosa Parks (Sumber : biography.com)

Disebut sebagai ‘The Mother of the Modern-Day Civil Rights Movement’ karena kerasnya perjuangan Rosa Parks dalam memerangi hukum yang mengagungkan rasisme di Amerika saat itu. Aksinya yang paling terkenal adalah ketika ia menolak untuk memberikan kursi pada pria kulit putih di sebuah bus di Alabama. Tindakannya ini membuat Parks ditahan dengan tuduhan tidak mentaati hukum yang ada.

Hidup selama 92 tahun, Sparks tidak pernah berhenti berjuang melawan rasisme dan memperjuangkan hak penyetaraan ras karena hal tersebut telah membentuk kode social di Amerika Serikat. Perjuangan Sparks menjadi inspirasi banyak orang terutama para kaum kulit hitam di Amerika. Sparks juga telah dianugerahi banyak penghargaan atas kontribusinya demi perubahan positif dalam dunia hukum Amerika Serikat.

Benazir Bhutto – Perdana Menteri Pakistan (1953-2007)

Benazir Bhutto

Benazir Bhutto (Sumber : karsh.org)

Benazir Bhutto dilahirkan pada 21 Juni 1953 di Karachi, Pakistan. Mengikuti jejak ayahnya Zulfikar Ali Bhutto yang memimpin sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1970an, Benazir menjadi Perdana Menteri wanita pertama di negara Islam modern pada usianya yang ke-35. Benazir melakukan beberapa program termasuk Peoples Program yang banyak membantu ekonomi rakyatnya.

Sayangnya Benazir harus terjerat kasus korupsi dan akhirnya diasingkan dari Pakistan selama beberapa saat. Ia kembali pada 2007 untuk bersiap dalam pemilihan presiden tahun 2008, namun Benazir tewas ditembak pada 27 Desember 2007 setelah melakukan kampanye pemilihan. Padahal sebelumnya, banyak yang telah meramalkan bahwa Benazir akan memenangkan pemilihan di 2008 dan melanjutkan warisan keluarga Bhutto di Pakistan.

Corazon Aquino – Presiden Filipina (1933-2009)

Corazon Aquino

Corazon Aquino (Sumber : malacanang.gov.ph)

Kematian Benigno Aquino mendorong Corazon Aquino, istri dari presiden Filipina tersebut untuk melakukan perlawanan pada sang diktator Ferdinand Marcos. Wanita ini membentuk partai oposisi untuk melakukan gerak perlawanan pada kepemimpinan Marcos, yang akhirnya memberlakukan UU darurat yang memberikannya kekuasaan lebih besar. Akibat hal ini banyak lawan politik Marcos yang disiksa dan diasingkan keluar Filipina.

Corazon atau Cory Aquino melawan sang diktator dengan perjuangan panjang dan akhirnya mendapat dukungan penuh dari rakyat Filipina. Cory membawa banyak perubahan pada kemajuan Filipina di masa mendatang, walaupun ia sendiri berasal dari keluarga politikus dengan tipe yang lama dan tidak modern. Cory meninggal pada 2009 akibat kanker.

Margaret Thatcher – Perdana Menteri Britania Raya (1925-2013)

Margaret Thatcher

Margaret Thatcher (Sumber : wikimedia.org)

Setelah menjadi Perdana Menteri Inggris pada 1979, Margaret Thatcher telah menuntaskan banyak tugasnya dengan sangat baik. Wanita ini menjadi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Inggris pada abad 20 dan telah memberi inspirasi pada banyak orang.

Wanita yang dijuluki ‘The Iron Lady’ ini berperan dalam kejatuhan Komunisme Soviet, melawan Edward Heath yang memimpin Conservative Party dan mampu bertahan setelah serangan bom yang dilakukan Irish Republican Army di Manchester pada 1996. Thatcher meninggal pada 8 April 2013 dalam usia 87 tahun akibat penyakit stroke.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.