Baju Adat Batak Simalungun, Karo, Toba, Samosir, Mandaling, Angkola

Bagikan Artikel

Ternyata Baju Adat Batak Ada bermacam-macam lho. Sudah tau apa aja? Yuk simak disini untuk informasi dan ulasan lengkapnya. Suku batak merupakan salah satu suku yang persebarannya cukup luas di Indonesia. Suku ini berasal dari daerah Sumatera Utara dan merupakan suku mayoritas di sana.

Mereka memiliki logat bahasa khas, begitu pula dengan ragam baju adatnya. Sangat menarik untuk dijadikan sebagai model pakaian pengantin. Berikut adalah beberapa diantaranya :

Baju adat Batak Simalungun

Baju adat Batak Simalungun

Baju adat Batak Simalungun. (Sumber : youtube.com)

Simalungun merupakan suku Batak asal Kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Simalungun terbagi ke dalam empat marga besar. Yakni marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, serta tiga marga pendantang yaitu Sinaga, Saragih, dan Purba.

Masyarakat sekitar biasa pula menyebut Simalungun sebagai “Si Balungu”. Sebutan tersebut datang dari cerita legenda hantu yang menimbulkan wabah penyakit di daerah tersebut.  Sedangkan orang Karo menyebutnya “Timur” karena bertempat di sebelah timur mereka.

Pakaian adat Simalungunselalu  memiliki aksesoris khas nan unik, seperti:

  • penutup kepala yang memiliki dua ujung meruncing ke samping
  • kain samping bermotif songket khas

Penutup kepala ini juga memiliki nama berbeda untuk pria dan wanitanya. Penutup kepala untuk pria diberi nama Gotong. Sementara untuk wanita diberi nama Bulang. Sedangkan kainnya sendiri diberi nama Suri-suri.

Baju adat Batak Karo

Baju adat Batak Karo

Baju adat Batak Karo. (Sumber : qlapa.com)

Karo merupakan suku yang berasal dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh. Secara jumlah dan persebarannya, Karo juga merupakan salah satu suku terbesar di Pulau Sumatera Utara.

Pakaian Adat khas Karo memiliki nama sama seperti nama suku ini. Nama Karo sendiri juga diambil dari Kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Tanah Karo, Kabupaten Karo. Selain itu, Karo juga memiliki bahasa sendiri yakni Bahasa Karo atau Cakap Karo.

Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Dari segi bentuk serta pembuatannya, pakaian khas Karo hampir serupa dengan baju adat batak lainnya. Jenis kainnya terbuat dari pintalan kapas bernama “Uis Gara” dipakai sebagai penutup tubuh dalam berbagai aktivitas keseharian. Kain Uis Gara ini sendiri artinya adalah kain merah. Kain ini dibuat dari tenunan benang merah dan dipadukan dengan warna putih atau hitam. Kemudian ada imbuhan motif benang emas atau perak agar nampak lebih terlihat menarik saat di pandang.

Baju adat Batak Toba

Baju adat Batak Toba

Baju adat Batak Toba. (Sumber : bajutradisional.com)

Sesuai dengan namanya, suku Batak Toba tinggal di daerah sekitar danau Toba. Pakaian adat Toba biasanya terbuat dari kain ulos yang merupakan kain tenun khas Batak. Memang secara umum, kain ulos merupakan kain khas sekaligus identitas bagi masyarakat Sumatera Utara. Kain ulos ditenun secara manual, dan disematkan motif-motif menarik berupa benang emas atau perak. Sehingga motif kain dapat menimbulkan kilauan yang akan menambah menarik bagi siapa pun pemakainya.

Kain ulos sendiri memiliki bermacam corak. Di mana masing-masing memiliki motif khas dan menarik. Ragam ulos tersebut antara lain kain ulos Antakantak, Bintang Maratur, Bolean, Mangiring, Padang Ursa, Pinan Lobu-lobu, dan ulos Pinuncaan.

Baju adat Batak Samosir

Baju adat Batak Samosir

Baju adat Batak Samosir. (Sumber : kamisukubatak.blogspot.com)

Samosir merupakan salah satu suku Batak yang terdapat di kabupaten Samosir dan sebagian kecil kabupaten Toba Samosir. Pada zaman dahulu, etnis Samosir dikelompokkan ke dalam kesatuan etnis Toba. Namun, sejak adanya pembagian distrik HKBP, akhirnya wilayah masyarakat etnis Samosir dinyatakan berbeda dengan wilayah etnis Toba. Walaupun pada dasarnya mereka adalah satu suku dan satu bangsa.

Karena awalnya masih satu etnis, alhasil pakaian khas Samosir hampir persis serupa pakaian khas penduduk etnis Toba. Bahan pembuatannya sama, modelnya sama, perdebaanya hanya terletak pada warna cenderung lebih gelap.

Baju adat Batak Mandailing

Baju adat Batak Mandailing

Baju adat Batak Mandailing. (Sumber : Line Today)

Mandailing merupakan suku batak yang tinggal di daerah sekitar Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandaling Natal, dan Kabupaten Padang Lawas. Dipercaya, Mandailing datang di bawah pengaruh Kaum Padri yang memerintah Minangkabau di Tanah Datar. Alhasil Mandaling banyal dipengaruhi oleh budaya Islam. Selain itu, Mandaling juga banyak tersebar di Malaysia, tepatnya di Selangor dan Perak.

Pakaian adat Batak Mandailing sebenarnya tidak berbeda jauh dengan model baju adat batak Toba. Pakaian khas mereka juga dibuat dari bahan kain ulos yang dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris menarik. Hanya saja setelan Mandaling lebih sering menggunakan warna bahan merah beraksen emas. Baik itu untuk pria, maupun wanita. Paduan antara warna merah dan emas ini sungguh sangat menarik karena mampu memberikan kesan etnik sekaligus elegan.

Baju adat Batak Angkola

Suku Batak Angkola merupakan salah satu etnik yang tinggal di daerah Tapanuli Selatan. Nama Angkola sendiri sebenarnya berasal dari nama sungai batang Angkola (batang : sungai).

Di selatan, pakaian ini diberi nama Angkola Jae (hilir) dan di sebelah utara diberi nama Angkola julu (hulu). Setelan adat Angkola kurang lebih sama seperti pakaian adat Batak mandailing. Hanya saja, setelan khas suku Angkola lebih didominasi oleh warna hitam, serta aksesoris berwarna keemasan.

Baju adat Batak khusus Pernikahan

Orang-orang dari Suku Batak sangat menghargai pakaian mereka. Terlebih bila untuk dipakain pada acara-acara penting seperti acara pernikahan. Mereka selalu mengenakan setelan tradisional khas yang mereka miliki. Setelan tersebut biasanya merupakan hasil perpaduan antara Tudung (topi kain untuk wanita asal tanah Karo) dengan kain tenun sebanyak tiga lapis.

Pemilihan warna cenderung dominan pada warna-warni cerah seperti merah atau kuning. Lalu dipercantik dengan beragam aksesoris bernuansa kemilau keemasan. Sangat menarik dipandang mata.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Anonim berkata:

    Informasi adat Batak ini perlu dikaji ulang karena banyak yang tidak tepat, penulis harus lebih banyak mencari sumber yg lebih paham adat Batak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.