Baju Adat Dayak: Mulai Model Masa Lalu hingga Kekinian

Bagikan Artikel
Baju adat Dayak

Baju adat Dayak. (Sumber : youtube.com)

Taukah Anda Baju adat dayak? Yuk simak disini. Suku Dayak, merupakan suku yang banyak mendiami daerah Kalimantan. Nama Dayak sendiri sebenarnya merupakan julukan yang diberikan oleh orang-orang daerah pesisir Borneo, kepada orang-orang pedalaman.

Etnis ini merupakan etnis terbesar kedua di Kalimantan setelah Banjar. Dayak memiliki kebudayaan unik yang turut mewarnai keanekaragaman budaya di Indonesia, salah satunya adalah pakaian adat dayak.

Baju Adat Dayak di masa lalu

Baju adat Dayak memiliki nama tersendiri untuk pakaian laki-laki dan perempuan. Pakaian untuk kaum laki-laki diberi nama Sapei sapaq, sedangkan untuk kaum perempuan namanya ta’a.

Pada zaman duhulu, pakaian adat Dayak masih mempertahankan fungsi esensial, yaitu untuk melindungi tubuh dari terik panas sinar matahari maupun dari udara dingin. Akan tetapi, baju adat ini juga memiliki fungsi lain sebagai Sosial Cultural atau identitas kesukuan. Hal ini juga berlaku dengan sapei dan ta’a yang telah menjadi identitas dari suku pedalaman Kalimantan ini. Selain sebagai penunjuk identitas, penggunaan busana adat ini pada masa-masa itu juga menjadi sebuah lambang untuk status sosial meraka.

Mereka juga sangat senang mengapresiasikan kecintaan meraka terhadap alam kemudian mencurahkannya di pakaian tradisional dayak. Hal tersebut ditujukan untuk menghormati serta menghargai alam tempat mereka tinggal. Secara hampir semua kebutuhan mereka untuk bertahan hidup semuanya mereka ambil dari alam.

Pakaian mereka juga dibuat dengan memadukan bahan-bahan alami di sekitar hunian mereka. Bahan-bahan tersebut bisa seperti kayu nyapu yang nanti akan di cat dan diberi corak sesuai dengan keyakinan para pemakainya. Kemudian mereka juga menggunakan pakaian berbahankan bulu burung dan memiliki corak-corak alam nan indah bila dipandang mata.

Pakaian Adat Dayak Ngaju

Suku ngaju merupakan sebutan dari penduduk Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Sebenarnya mereka tidak terlalu memiliki perbedaan signifikan dengan suku Dayak mayoritas, hanya saja ngaju memiliki pakaian tradisional sebagai simbol peradapan masyrakat di daerah tersebut.

Busana suku Ngaju juga terbagai dalam busana pria dan wanita. Kelangkapan untuk pakaian kaum laki-laki ialah berupa rompi dan kain penutup bagian bawah sebatas lutut. Lalu untuk ikat kepalanya biasanya ada tambahan hiasan bulu enggang. Ada pula aksesoris tambahan lain seperti ikat pingang, kalung manik-maik dan terakhir gelang tangan.

Sementara untuk kaum wanita, kelengkapannya pakaian mereka berupa baju rompi, kain (rok pendek), ikat pinggang, gelang tangan, ikat kepala berhiasan bulu enggang serta kalung manik-manik. Kurang lebih memang sama dengan kaum lelaki. Hanya berbeda pada setelan bawahannya.

Busana-busana tersebut biasanya dibuat menggunakan bahan kulit kayu siren, namun ada pula yang menggunakan kayu nyamu. Bahan kayu ini kemudian dibubuhi corak, warna, serta hiasan yang berasal dari mitologi serta keyakinan masyarakat sekitar. Tujuan lainnya ialah untuk mempercantik pakaian mereka. Selain dari kayu, mereka juga membuat busana berbahan serat alam berupa kain tenun halus.

Baju adat Dayak Timur Sapai Sapaq

Sapai sapaq atau Kenyah merupakan sub-suku Dayak yang mayoritas menduduki provinsi Kalimantan timur. Pakaian khas Kenyah ialah ta’a dan sape sapaq.

Ta’a merupakan pakaian untuk kaum wanita. Pakaian ini terdiri dari:

  • Da’a (semacam ikat kepala terbuat dari pandan)
  • Baju atasan inog
  • Bawahan berupa rok.

Sementara pakaian untuk kamu pria ialah sape sapaq. Beda antara pria dan wanita terletak pada atasan yang berbentuk rompi, serta memakai celana dalam ketat. Kemuddian ada tambahan aksesoris senjata tradisional khas Kalimantan Timur bernama Mandau. Corak pakaian adat dayak ini sangat beragami. Corak burung enggang dan harimau biasanya dipakai oleh kaum bangsawan. Sementara rakyat jelata biasanya memiliki corak berupa gambar tumbuhan.

Pakaian adat Dayak Kustin

Kustin merupakan pakaian adat Kalimantan Timur yang biasa dikenakan oleh suku Kutai. Baju adat kustin biasanya dikenakan oleh golongan menengah ke atas sebagai busana resmi dalam upacara pernikahan di masa silam.

Nama “Kustin” sendiri berasal dari bahasa Kutai yang berarti busana. Baju adat kustin terbuat dari bahan kain beludru berwarna hitam. Sedangkan lengan bajunya didesain panjang dan kerahnya tinggi. Kemudian pada bagian kerah dan dadanya terdapat hiasan pasmen.

Bagi para pria, busana Kustin umumya akan dipadukan bersama celana panjang hitam yang sudah dipasangi dodot rambu bundar berhiaskan lambing Wapen.

Sedangkan bagi kaum wanitanya, Kustin biasa diberi tambahan berupa kelibun kuing dari sutra. Selain itu mereka juga akan menghias rambutnya dengan hiasan menyerupai aksesoris sanggul jawa.

Baju adat Dayak Bulan Kuurung dan Bulan Burai King

Pakaian Bulan Kuurung terbagi menjadi beberapa jenis. Ada yang di desain tanpa lengan, lengan pendek (dokot tangan), serta desain lengan panjang (lengke). Umumnya busana adat ini sering dipakai oleh para dukun.

Sedangkan pada pakain Bulung Burai King, umumnya digunakan saat upacara adat. Ciri-ciri pakain ini ialah adanya hiasan manik-manik serta bulu burung berbentuk sedemikian rupa. Sehingga terlihat rapi, menarik, dan indah nan cantik untuk dipandang mata.

Pakaian adat Dayak Miskat

Baju miskat bisa dibilang merupakan salah satu busana paling populer serta paling modern dari suku Dayak. Bahkan sekarang, Miskat sekarang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai seragam bagi PNS Provinsi Kalimantan Timur dan wajib dikenakan pada hari-hari tertentu. Model setelan Miskat memiliki desain serta gaya seperti atas Cina. Yaitu atasan berupa baju kurung, bawahan panjang, serta kain batik pada bagian pinggang.

Baju adat Dayak Anyaman Tikar

Sesuai dengan namanya, baju adat tersebut dibuat dari anyaman serupa tikar. Pada bagian luar baju, biasanya diberikan hiasan atau ditempeli tulang-tulang, ukiran kayu, serta kulit kerang. Meski bentuknya terlihat sangat sederhana, pada zaman dahulu busana ini sering digunakan untuk berperang.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Dr.Alexander H.S. berkata:

    Kami sangat menghargai uraian tentang pakaian adat Dayak. Sayang yg dipaparkan sangat sedikit tak ada pakaian adat Dayak Bahau. Tunjung Benuaq dan juga sangat kurang gambar dan fotonya

  2. Dr. Alex HS berkata:

    Maaf, banyak yg kurang Dayak Lundaye, Iban, Punan, Kayan dan masih banyak lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.