Dampak “Ghosting” Bagi Kesehatan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

Istilah ghosting memang sedang populer akhir-akhir ini. Walaupun meninggalkan sebuah hubungan dengan cara menghilang atau memutuskan tali komunikasi secara tiba-tiba sudah sering terjadi sejak dulu kala. Cara ini kemudian dianggap paling sederhana dan cepat karena tidak membutuhkan konfirmasi dari siapa pun. Baik dari pihak yang memutuskan atau diputuskan seolah harus mengerti bahwa hubungan tersebut telah kandas karena sudah tidak ada lagi komunikasi.


“Jika membicarakan soal cinta memang serba salah jadinya. Karena pada akhirnya ketika hubungan itu sudah tidak berbunga-bunga atau kandas di tengah jalan, kita harus menghargai keputusan pasangan kita. Alangkah lebih baik jika dibicarakan langsung jangan tiba-tiba menghilang. Kan tidak enak ya hidup dengan perasaan bingung terhadap masa lalu padahal itu bukan salah kita juga sebenarnya,” ujar Leni selaku Warga Gading Serpong.

Meskipun dinilai simpel, ghosting rupanya lebih menyakitkan batin seseorang jika dibandingkan dengan berbicara secara baik-baik. Manusia adalah makhluk sosial yang senang berkomunikasi. Maka alangkah lebih baik ketika kamu bertemu dan berbicara secara langsung jika memang ingin “menyudahi” sebuah hubungan. Jangan menghantui mantan kekasihmu dengan perasaan bersalah tanpa sebab dan pertanyaan besar dari kepergianmu.

Mengutip dari psychologytoday.com,  perilaku ghosting berpotensi merusak mental seseorang. Efek emosional yang ditimbulkan bisa sangat menyakitkan terutama bagi mereka yang memiliki hati lembut dan mudah merasakan sedih. Apa saja ya dampaknya?

Tidak percaya diri

Ghosting bisa menyebabkan seseorang kehilangan rasa percaya diri. Alasannya karena tidak ada yang memberitahu dirinya kenapa si doi sampai bisa meninggalkannya begitu saja. Korban ghosting bisa kesulitan untuk memulai hubungan yang baru dengan orang lain karena rasa trauma ditinggalkan orang terkasih. Gejalanya bisa dilihat dari sikap yang berubah menjadi dingin, selalu terlihat murung, dan lebih suka menyendiri daripada bersosialisasi dengan orang banyak.

Ghosting ternyata berdampak bagi kesehatan mental

Ghosting ternyata berdampak bagi kesehatan mental (Sumber : pixabay.com)

Cenderung menyalahkan diri sendiri

Korban ghosting umumnya merasa bersalah ketika ditinggalkan secara tiba-tiba tanpa jejak. Awalnya masih bertanya-tanya dalam hati, lama-lama mereka akan berpikir bahwa orang yg paling bersalah dalam hubungan tersebut adalah dirinya. Hal ini disebabkan oleh paradigma berpikir: yang tersakiti pasti akan pergi di kemudian hari.

Mengalami depresi akut

Tidak percaya perilaku ghosting bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi? Nyatanya korban yang mengalami ghosting akan mengalami trauma berat lho. Ditinggalkan secara tiba-tiba bisa membuat seseorang overthinking secara berkelanjutan. Akibatnya korban Mengalami depresi dan kehilangan tujuan hidup. Dirinya akan merasa tidak berguna dan terbuang tanpa alasan yang jelas. Jangan main-main ya ketika berurusan dengan hati!

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !