Fakta Ibu Kartini yang Perlu Kamu Tahu (No.5 Bikin Kaget!)

Disebut-sebut sebagai pionir penyetaraan kaum wanita terhadap kaum pria di Nusantara, kamu tentunya sudah tidak asing dengan Ibu Kartini, kan? Saking berjasanya perempuan yang bernama lengkap Raden Ajeng Kartini ini, tidak salah jika akhirnya di setiap tanggal 21 April, semua rakyat memperingatinya sebagai Hari Kartini. Namun, sebaiknya kamu tidak hanya mengenal Kartini sebatas nama besar, maupun buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”-nya yang begitu populer.

Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini (Sumber : wikipedia.com)

Lima fakta seputar wanita hebat yang satu ini patut kamu pahami lebih jauh karena tidak semua orang tahu!

1. Jadi Nama Jalan di Belanda

Jalan Kartini di Belanda

Jalan Kartini di Belanda (Sumber : kapanlagi.com)

Nama besar R.A. Kartini tidak hanya mengemuka di Nusantara. Kiprahnya yang besar karena membawa pencerahan terhadap kaum wanita untuk terus memperjuangkan hak-haknya juga diapresiasi oleh pemerintah Belanda.

Di Negara Kincir Angin tersebut, bahkan kamu bisa menemukan empat kota yang memakai nama “R.A. Kartini” di salah satu sudut jalannya. Kota-kota yang memiliki jalan dengan nama Kartini, yakni Amsterdam, Utretch, Veerlo, dan Harleem.

2. Penerima Beasiswa dari Parlemen Belanda

Pada zamannya, hak wanita memang masih sangat terbatas, termasuk dalam soal pendidikan. Kartini yang memiliki otak cerdas dan berasal dari kalangan bangsawan pun hanya bisa mencecap pendidikan hingga umur 12 tahun di Europese Lagere School. Namun, kepintaran memang tidak dapat disembunyikan. Melihat kecerdasan dan kekritisan Kartini, parlemen Belanda sempat menawarkan beasiswa baginya, walaupun tidak sempat dinikmati Kartini.

3. Meninggal Pasca-4 Hari Melahirkan

Melahirkan adalah salah satu kebahagiaan dan kesempurnaan terbesar bagi tiap perempuan, tak terkecuali bagi Ibu Kartini. Sayangnya, Kartini hanya bisa menatap wajah anaknya selama empat hari. Melahirkan Singgih atau RM. Soesalit pada 13 September 1904, anak lelaki tunggal dari perempuan tangguh ini harus berpisah dengan ibunya yang meninggal pada 17 September 1904.

4. Merupakan Pahlawan Nasional

Kemampuan Kartini membawa pencerahan terhadap hak-hak kaum perempuan yang tertuang dalam bukunya membuat pemerintah ikut menghargai wanita yang satu ini. Tepat pada tanggal 2 Mei 1964, Kartini pun diresmikan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Sejak saat itu pula, setiap tanggal 21 April yang merupakan tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Kartini.

5. Bukan Penyusun Habis Gelap Terbitlah Terang

Buku Habis Gelap, Terbitlah Terang

Buku Habis Gelap, Terbitlah Terang (Sumber : wikipedia.com)

Ketika menyebut buku Habis Gelap Terbitlah Terang, kamu pasti langsung mengaitkannya dengan sosok Kartini. Ya, buku ini memang dibuat berdasarkan isi surat-surat Kartini terhadap temannya di Negeri Belanda. Hanya saja, yang menyusunnya menjadi sebuah buku bukanlah Kartini, melainkan J.H Abendanon yang sempat menjadi Menteri Kebudayaan, Keagamaan, dan Kerajaan pada masa kolonial di tahun 1911. Dia jugalah yang memberi judul untuk buku tersebut.

 

Bagaimana, kamu jadi semakin tercerahkan setelah mengetahui berbagai fakta lain dari Ibu Kartini di atas? Kalau kamu sendiri, apa yang sudah kamu lakukan untuk meneruskan perjuangan Ibu Kartini?

17

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !