Hadapi Revolusi Industri 4.0, Techpolitan dan Sangnila Arts Academy Gelar Seminar “Virtual Reality and Augmented Reality”

Bagikan Artikel

Techpolitan sebagai wadah edukasi dan entertainment bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakatnya di industri teknologi digital, pada Selasa (24/9/2019) lalu, telah mengadakan seminar “Virtual Reality and Augmented Reality” di Universitas Prasetiya Mulya, BSD, Tangerang.

Dalam seminar ini, Techpolitan menggandeng Sangnila Arts Academy untuk memotivasi para mahasiswa agar dapat menghadapi revolusi industri 4.0. Universitas Prasetiya Mulya ingin mempraktikkan teori yang sudah dipelajari oleh para mahasiswa di kampus.

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya mendapatkan bekal untuk menghadapi revolusi industri 4.0

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya mendapatkan bekal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. (Sumber : Side.id/Soffi)

Dosen mata kuliah Information and Communication Technologies (ICT) Universitas Prasetiya Mulya, Eko Ariawan menjelaskan, para mahasiswa Indonesia masih cukup tertinggal di industri teknologi digital. Oleh karena itu, seminar ini diadakan untuk memotivasi para mahasiswa untuk menghadapi era teknologi digital saat ini.

“Secara teknikal, kita memang masih tertinggal. Ada jarak di antara mahasiswa dengan industri teknologi digital. Maka dari itu, kita mengajak Techpolitan dan Sangnila Arts Academy dari Singapura untuk mengadakan seminar ini. Mereka juga merupakan partner kita,” ujarnya saat ditemui Side.id di Auditorium William Soeryadjaya Building, Selasa (24/9/2019).

Baca Juga :

Sebagai bagian dari program Digital Hub Goes to Campus, Techpolitan berkolaborasi dengan Sangnila Arts Academy untuk mengajak generasi muda agar lebih mengenal lebih jauh tentang teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), serta fungsinya di era revolusi industri 4.0.

Techpolitan dan Sangnila Arts Academy ingin membantu generasi muda di Indonesia untuk mengembangkan potensinya di bidang teknologi digital

Techpolitan dan Sangnila Arts Academy ingin membantu generasi muda di Indonesia untuk mengembangkan potensinya di bidang teknologi digital. (Sumber : Sinar Mas Land / Fajar)

Selain itu, Techpolitan juga memberikan kesempatan bagi 10 orang yang beruntung untuk mendapatkan free class course, seperti Comic Arts, Product Design Engineering, dan 3D Printing.

Sementara itu, Founder Techpolitan, Rhesa Surya Atmadja mengatakan, dengan semakin gencarnya kegiatan akademis di kampus terhadap perkembangan dunia teknologi digital, telah membuat industri tersebut semakin berkembang.

“Kami ingin ikut berkontribusi untuk memajukan teknologi digital melalui pendidikan formal. Nantinya, para mahasiswa bisa menjadi pengusaha setelah lulus kuliah. Techpolitan juga menjadi jembatan antara industri digital dengan keterampilan anak-anak muda di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga :

Pembicara seminar “Virtual Reality and Augmented Reality” sekaligus Co-Founder Sangnila Arts Academy Singapore, Iswan Sudaryo menambahkan, bahwa Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Saya yakin kita masih bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Anak-anak muda di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini,” kata Iswan.

Ia juga mengakui, kurikulum pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal terhadap perkembangan industri teknologi digital. Maka dari itu, Sangnila Arts Academy ingin membantu generasi muda untuk mengasah kemampuannya dalam bidang tersebut.

Artikel ini telah tayang sebelumnya pada side.id melalui https://www.side.id/dn/hadapi-revolusi-industri-4-0-techpolitan-dan-sangnila-arts-academy-gelar-seminar-virtual-reality-and-augmented-reality

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.