"Artikel ini telah dibaca sebanyak 4 kali."

Hal-hal Keren yang Bisa Kamu Lihat ketika Berkunjung ke Pulau Nias

"Artikel ini telah dibaca sebanyak 4 kali."

Tidak ada yang dapat menyangkal betapa kerennya Bali sebagai tempat wisata. Bahkan nama Bali telah mendunia karena panorama alam beserta kekentalan budayanya yang membuat para wisatawan betah dan ketagihan untuk berulang kali mengunjungi destinasi yang terkenal dengan sebutan sebagai Pulau Dewata ini. Namun selain Bali, sebenarnya masih banyak loh pulau di Indonesia yang menawarkan beragam hal menakjubkan. Salah satunya adalah Pulau Nias.

Pulau yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini memang kurang terdengar gaungnya. Fasilitas yang belum terlalu mumpuni membuat Nias kurang dipandang sebagai destinasi wisata yang menjanjikan. Padahal, seperti pulau-pulau lain di Indonesia yang menyimpan beragam potensi, Nias termasuk salah satu pulau yang sangat patut kamu kunjungi karena berisi hal-hal keren yang sulit kamu lihat di tempat lain.

Apa saja sih kekerenan pulau yang satu ini sampai-sampai kamu harus menyempatkan diri minimal sekali seumur hidup mengunjungi Nias? Berikut ini kami akan memaparkan beberapa hal keren yang akan membuatmu jatuh cinta pada pulau yang satu ini.

1. Ada Pantai Sorake yang Memiliki Ombak Terbaik di Dunia

Pantai Sorake

Pantai Sorake (Sumber : niasselatankab.go.id)

Buat kamu yang suka olahraga surfing, pastinya kamu selalu berburu mencari pantai-pantai dengan ombaknya yang hebat, yang bisa membuatmu beserta papan selancarmu seakan terbang di atas lautan. Nah, di Nias, ada Pantai Sorake yang amat cocok dibuat surfing. Pantai ini memiliki ombak yang tinggi, namun tidak terlalu keras sehingga sangat nyaman untuk diselancari. Tidak heran, para turis luar senang ke pantai yang satu ini hanya demi mengejar ombak.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Sorake adalah pada bulan Juni atau Juli. Pada saat-saat itulah, ombak di Pantai Sorake dapat mencapai 10—12 meter. Sementara itu, waktu yang tidak disarankan untuk berkunjung ke pantai ini adalah pada bulan Januari sampai Maret karena relatif air lautnya menyurut. Oh iya, di pantai yang berada di Kabupaten Nias Selatan ini juga terdapat cottage-cottage keren bergaya etnik dengan bentuk bangunannya yang menyerupai rumah adat Nias Selatan.

2. Belasan Pantai Unik Lainnya Pun Menantimu di Pulau Ini

Pantai Merah Gawu Soyo

Pantai Merah Gawu Soyo (Sumber : Flickr.com)

Selain Pantai Sorake, Nias masih memiliki beragam pantai lain yang tidak kalah unik dan keren. Semua pantai tersebut tersebar di empat kabupaten yang ada di pulau eksotis ini. Salah satunya yang paling terkenal adalah Pantai Asu yang berada di pulau kecil Nias yang bernama Hinako. Pantai yang satu ini menampilkan panorama tiada dua dan keeksklusifan untuk berlibur karena penduduknya masih sedikit. Di sini, kamu bisa menyusuri pantai berpasir sangat putih dan lembut sambil menanti pemandangan matahari terbenam. Tidak ketinggalan, air lautnya bergradasi biru yang sangat cantik. Tidak heran jika turis yang datang ke sini bisa menghabiskan waktu hingga 1—2 bulan.

Selain Pantai Asu, pantai yang tidak boleh kamu lewatkan ketika berkunjung ke Nias adalah Pantai Pasir Merah. Jika Bali punya Lovina yang berpasir pink, di Nias pantai inilah yang menawarkan keajaiban warna pada pasirnya. Sesuai namanya, Pantai Pasir Merah memiliki warna pasir berwarna merah. Semakin siang dan menuju sore, warna merah pada pasir pantai akan semakin pekat. Ada juga pantai teduh yang mirip dengan pantai-pantai di Hawaii karena barisan pohon kelapanya yang memanjang di pesisir pantai. Namanya adalah Pantai Tanayae yang berada di Kabupaten Nias Utara. Di sini tempat yang cocok untuk bermain air karena ombaknya relatif tenang.

3. Suka Hal Ekstrem? Di Nias Ada Budaya Lompat Batu

Tradisi lompat batu

Tradisi lompat batu (Sumber : kemdikbud.go.id)

Selain panoramanya yang begitu indah, di Nias terdapat satu satu budaya yang sudah amat mendunia. Bahkan budaya yang satu ini pernah diabadikan dalam uang kertas nominal Rp 1.000 pada masa lampu. Ya, budaya yang terkesan ekstrem ini adalah Lompat Batu. Kamu bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat pria-pria Nias melompati tugu batu dengan tinggi sekitar 2 meter tanpa bantuan alat apa pun!

Buat kamu pencinta hal-hal ekstrem, tentunya budaya yang satu ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan jika kamu berkunjung ke Nias. Lebih hebatnya lagi, bahkan dari kecil, anak-anak di pulau ini sudah dilatih untuk dapat melompati tugu batu ini karena konon dapat melakukan Lompat Batu merupakan penanda seseorang telah menjadi pria dewasa dan siap untuk berumah tangga.

4. Di Pulau Ini Juga Ada Kawasan Megalitikum

Batu Megalitik di Gomo

Batu Megalitik di Gomo (Sumber : visitniasisland.com)

Hampir sebagian desa-desa di Nias sebenarnya menampilkan budaya megalitik yang keren. Bagaimana tidak, banyak desa di Nias berada di dataran tinggi dengan pemandangan batu-batu besar yang dibawa dari dataran rendah. Hal ini membuktikan bahwa pada zaman dahulu, sudah ada teknik yang tepat untuk membawa batu berukuran jumbo guna bisa dijadikan bangku-bangku raja ataupun fungsi lainnya.

Namun selain itu, di Nias ada kawasan khusus yang bernama Gomo. Di sini kamu bisa terkagum-kagum melihat betapa kayanya peninggalan batu-batu dari masa megalitikum dengan aneka bentuk. Sepintas, kamu akan merasa berada di daerah suku Indian saat memandangi barisan batu megalit yang sangat keren ini. Hanya saja, perlu usaha ekstra guna mengunjungi lokasi batu-batu megalit ini sebab letaknya sangat terpencil dan sulit diakses.

5. Bangunan-bangunan Kayu Tanpa Perekat Bisa Kamu Jumpai

Rumah adat Nias di Desa Bawomataluo

Rumah adat Nias di Desa Bawomataluo (Sumber : wikipedia.org)

Selain bisa terkagum-kagum dengan pantai, budaya, dan kawasan megalitikum di Nias, kamu juga akan dibuat terpengarah ketika melihat bangunan rumah adat Nias yang menggunakan kayu tanpa perekat. Maksudnya, bangunan tersebut dibangun tanpa paku, semen, ataupun lainnya untuk menggabungkan kayu dan kayu yang menyusunnya.

Sebenarnya rumah adat Nias beragam berdasarkan lokasinya, namun yang paling terkenal adalah rumah adat serupa rumah gadang raksasa yang ada di Desa Bawaomataluo. Di desa ini, kamu bisa melihat rumah adat yang telah berusia ratusan tahun, namun tetap masih kokoh berdiri. Tiang-tiangnya menggunakan kayu tanpa potong berukuran raksasa. Di sini kamu bisa membayangkan betapa kerennya orang-orang zaman dahulu membangun rumah tradisional yang sama sekali tidak mengandung unsur paku dan semen dalam konstruksinya.

6. Pakaian Adatnya Penuh Warna Semarak

Pakaian adat Nias

Pakaian adat Nias (Sumber : andalastourism.com)

Masyarakat Nias memang tidak memakai pakaian adatnya tiap saat. Pakaian-pakaian tradisional suku ini hanya dipakai dalam upacara-upacara adat penting. Kamu pasti akan senang melihat pakaian adatnya karena menampilkan warna-warna cerah dengan corak yang unik.

Buat kamu yang ingin sekali mencoba mengenakan pakaian adat suku ini, kamu juga bisa merasakan pengalaman tersebut kok. Di beberapa desa budaya di Nias, seperti Bawaomataluo, wisatawan bisa merasakan sensasi menjadi suku yang satu ini dengan memakai pakaian tradisionalnya yang kerap didominasi warna merah, kuning, dan hitam. Kain-kain yang digunakan untuk membuat pakaian adat ini pun tergolong sebagai kain tenun, loh.

 

 


Sebenarnya masih banyak budaya Nias yang keren di pulau ini. Hanya saja, hingga sekarang akses ke Nias masih terbilang belum mudah sehingga wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini pun masih terbatas. Namun dengan berbagai keindahan dan keunikannya, sudah pasti pulau yang kerap dikatakan sebagai Bali-nya Sumatra ini harus menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh kamu lewatkan.

Bagikan Artikel Ini Melalui :

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !