Hidup Bertetangga Tinggal di Apartemen, Bisakah?

Bagikan Artikel
Bersosialiasi itu sangat perlu ketika memilih bertempat tinggal di Apartemen

Bersosialiasi itu sangat perlu ketika memilih bertempat tinggal di Apartemen. (Sumber : pixabay.com)

Tinggal di apartemen, seperti apartemen memang merupakan tren baru bagi masyarakat kota. Ya, apalagi apartemen umumnya mempunyai lokasi yang sangat strategis dan fasilitas lengkap. Solusi bagi yang ingin tinggal dekat kantor dan biaya terjangkau.

Namun, banyak orang  masih berpikir-pikir ketika dihadapkan pada pernyataan akan tinggal di apartemen setelah menikah dan punya anak. Bagi mereka, apartemen dengan fasilitas yang lengkap bukanlah tempat yang pas bagi tumbuh kembang anak. Anak perlu interaksi sosial.

Interaksi yang kerap sebagai hidup bertetangga alias “nangga”.

Apartemen Dapat Memberikan Pilihan untuk Kehidupan Sosial Lebih Baik

Pertumbuhan apartemen di wilayah Jakarta dan sekitarnya memang tergolong paling pesat dibandingkan dengan kota besar lain. Bahkan, Konsultan Properti terkemuka, Colliers, mencatatkan ada sekitar 159.907 unit apartemen di Jakarta saja. Sebagian besar masih dikelola oleh pengembang atau pengelola yang ditunjuk mereka.

Apartemen yang sudah berdiri sendiri hanya sekitar 30.000-an unit.

Tidak dapat dipungkiri bahwa apartemen memberikan banyak keuntungan kepada penghuninya. Namun, karena ini termasuk gaya hidup baru bagi masyarakat Indonesia wajar jika belum seluruhnya terbiasa. Khususnya dalam membangun aspek sosial.

Pengamat perkotaan, Bakti Setiawan, menjelaskan beberapa hal terkait dengan pembangunan aspek sosial tersebut, yaitu:

1. Apartemen Tidak Terpisahkan dengan Lingkungan Sekitar

Untuk membangun aspek sosial, diharapkan apartemen yang dibangun tidak terpisah secara fisik dan ekologi dengan lingkungan sekitar. Semu harus terintegrasi.

Meski fasilitas di dalam sudah cukup lengkap, sesekali penghuninya tetap harus keluar. Misalnya, saat ingin menuju stasiun KRL atau halte busway.

2. Optimalisasi Fasilitas Sosial dan Umum

Fasiltas sosial, seperti: ruang terbuka hijau, sarana olahraga, playground, dan lain-lain seharusnya dapat digunakan untuk membaurkan warga penghuninya.

Pengelola seharusnya dapat memfasilitasi terjadinya pembauran tersebut.

3. Mendorong Terbentuknya Komunitas-Komunitas

Manusia hidup perlu orang lain untuk berinteraksi dan memenuhi semua kebutuhannya. Fasilitas apartemen seharusnya dapat mendorong terbentuknya komunitas-komunitas.

Meski hidup kamu sudah cukup, di komunitas dapat saling berjejaring menguntungkan dan sharing tentang segala kesukaan yang sama.

4. One Stop Living Apartemen Dibuka Untuk Umum

Di satu sisi, apartemen dengan konsep one stop living membuat hidup lebih praktis dan mudah. Tidak hanya kebutuhan dasar yang terpenuhi tetapi juga pusat perbelanjaan hingga super mall dengan cinema tersedia.

Ini membuat beberapa penghuninya termanjakan.

Agar interaksi sosial tetap terjadi, fasilitas umum seperti cinema dan lain-lain di dalam komplek juga dibuka untuk umum. Tentu saja dengan pengamanan ke arah unit apartemen yang sudah terkoordinasi baik.

Kehidupan Sosial di Apartemen

Di atas tadi sudah menyebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan penghuni atau pengelola agar di apartemen juga terjadi kehidupan sosial.

Mungkin beberapa dari kamu menanggapnya tidak penting karena sering kali tetangga mengganggu kehidupan pribadi alias ikut campur.

Semuanya kembali kepada kamu sendiri. Yang pasti, tetangga adalah saudaramu paling dekat. Dalam kondisi darurat, telepon bisa saja tidak tersambung. Fasilitas yang ada bisa terganggu sementara saudara sedarah berkediaman cukup jauh.

So, kamu yang menentukan tinggal di apartemen dapat membangun kehidupan sosial atau tidak. Fasilitas sudah ada. Pengembang membuatnya terintegrasi dengan lingkungan. Interaksi dapat dilakukan jika kamu memanfaatkan semua yang ada secara baik. Sesekali misalnya, bangunlah pagi untuk datang ke sport centre atau sekadar berjogging di taman. Anak-anak juga dapat diajak melakukan hal yang sama.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.