Jangan Menikah Jika Hanya Karena Ini Alasannya

Ketika sudah memasuki fase serius bersama pasangan, pernikahan menjadi tujuan akhir untuk mengikat tali kasih seumur hidup. Sebelum akhirnya memutuskan pernikahan pun pastinya ada banyak pertimbangan dari masing-masing pasangan. Dari mulai kondisi ekonomi setelah menikah, memilih lokasi rumah, sampai rencana memiliki momongan. Namun, jangan sampai alasanmu untuk menikah bukan dari hati sendiri melainkan faktor-faktor eksternal yang berpotensi buruk untuk masa depan rumah tangga.


“Penikahan itu kan sekali seumur hidup. Mengucap sumpah bukan urusan main-main. Pasangannya pun tidak main-main. Jadi sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah harus melewati berbagai pertimbangan terlebih dahulu,” beber Nia selaku warga Gading Serpong.

Melngutip dari womensweb.in, pernikahan yang tidak didasari oleh hati dan keinginan sendiri pada akhirnya akan hancur di kemudian hari. Karena akan ada banyak perubahan serta badai rumah tangga yang membuat pasangan suami istri harus saling beradaptasi satu sama lain. Jika dari awal pernikahan tersebut bukan dari keinginan dan kesiapan mental pribadi, bahtera rumah tangga akan sangat mudah goyah. Simak ulasan berikut ini.

Memperbaiki kondisi ekonomi

Girls! Zaman sekarang menikah sudah tidak bisa dijadikan alasan untuk meningkatkan status ekonomi. Sudah tidak aneh lagi di zaman modern ini untuk suami dan istri sama-sama bekerja demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Apalagi kita tidak akan pernah ada yang tahu akan ada kebutuhan mendadak seperti apa di masa depan.

Tuntutan dari orangtua

Meskipun anak wajib mendengarkan nasihat orangtua, tetapi yang namanya jodoh harus dipilih berdasarkan ketetapan hati. Menikah hanya sekali seumur hidup dan tentunya kamu harus memilih yang terbaik untuk dirimu sendiri. Pilih lah pasangan yang mau mengerti, menerima, dan sama-sama berjuang mengarungi bahtera rumah tangga apa pun rintangannya.

Jangan memaksakan menikah hanya karena melihat teman sudah menikah duluan

Jangan memaksakan menikah hanya karena melihat teman sudah menikah duluan (Sumber : pixabay.com)

Semua sahabat sudah menikah

“Si A sudah menikah. Si B sebentar lagi juga akan tunangan. Aku kapan?” jangan sampai pikiran seperti ini justru mempengaruhi masa depan. Waktu setiap orang itu berbeda. Baik dalam karier dan pernikahan, tak semua orang akan melalui jalan yang sama. Sambil menunggu jodoh datang, perbanyak pengalaman bekerja serta amal ibadah untuk memperbaiki diri. Sehingga secara finansial dan mental pun dirimu sudah siap untuk menikah.

Mencari kebahagiaan dari pasangan

Yang menciptakan kebahagiaan adalah diri sendiri bukan pernikahan. Ketika kamu menikah, kebahagiaan dan canda tawa itu tidak akan terjadi 24 jam penuh. Akan ada masalah, tangis, duka, serta kekecewaan yang mengiringi rumah tangga. Maka menikah lah ketika dirimu sendiri sudah bahagia dan siap secara mental.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !