Kalau Kamu Anak 90-an, Kamu Pasti Ingat 22 Mainan Jadul Ini

Bagikan Artikel

Di tahun 90-an, sebelum era teknologi mulai muncul, anak-anak mencari hiburan dengan bermain di luar bersama teman-teman. Mereka bermain tanpa alat seperti petak umpet atau kejar-kejaran, tapi tidak jarang juga bermain dengan alat atau mainan. Tapi bagaimanapun, cara anak-anak bermain dulu jauh lebih “aktif” dan motorik jika dibandingkan dengan sekarang (meskipun di luar sana tetap ada anak-anak yang bermain secara motorik seperti itu).

Koleksi mainan jadul

Koleksi mainan jadul (Sumber : pixabay.com)

Beberapa mainan jadul sering dimainkan oleh anak-anak adalah mainan buatan tangan, atau mainan handmade yang mungkin bisa kamu buat sendiri di rumah. Mainan jadul ini sekarang masih bisa ditemui, tapi mungkin jarang ditemui. Selain itu, beberapa mainan juga sudah punya fungsi lain seperti sebagai hiasan atau semacamnya.

Tapi bagaimanapun, jika kamu menghabiskan masa kecilmu di tahun 90-an, kamu pasti pernah melihat, atau malah memainkan mainan jadul ini.

1. Mobil-mobilan

Dulu, mobil-mobilan terbuat dari bahan serta punya bentuk macam-macam. Ada yang dibuat dari plastik, kayu, sampai seng. Mobil-mobilan ini sering dijadikan mainan untuk adu balap dengan teman-teman.

Sekarang ini, mobil-mobilan seperti ini masih ada, dan bahannya juga macam-macam. Tapi, selain jadi mainan, sekarang ada banyak mobil-mobilan yang berfungsi sebagai hiasan.

2. Mobil kulit jeruk

Mobil-mobilan yang satu ini layak diberi special mention karena terbuat dari bahan yang tidak biasa, dan hampir tidak pernah dijual (jadi, kamu harus membuatnya sendiri). Untuk membuat mobil-mobilan ini, kamu cuma perlu memotong kulit jeruk bali menjadi komponen mobilnya, lalu menyatukannya dengan tusuk gigi. Lalu mainkan dengan menariknya menggunakan benang. Sederhana dan murah bukan?

3. Kapal-kapalan

Selain mobil-mobilan ada juga kapal-kapalan yang biasanya dibuat dari seng. Bentuknya lumayan, plus benar-benar bisa mengambang di atas air. Malah, kapal-kapalan ini ada yang bisa dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berbunyi. Jarang kan, kamu mau memandangi baskom air sampai 30 menit lamanya.

Sama seperti mobil-mobilan, kapal-kapalan juga sekarang banyak dibuat dari bahan-bahan lain seperti kayu, dan lebih berfungsi sebagai hiasan.

4. Origami

Ketika sekolah dulu, kalau kamu sedang bosan tapi tidak ada mainan, kamu pasti pernah merobek kertas di bukumu lalu melipatnya menjadi mainan kertas. Salah satu yang paling sering dibuat adalah pesawat kertas, karena memang mudah dibuat, dan bisa diadu siapa yang pesawatnya terbang paling lama. Selain pesawat kertas, masih ada juga mainan dari kertas yang lain seperti pistol-pistolan, kapal, topeng, dan sebagainya.

Melipat kertas sendiri sebenarnya adalah seni Jepang yang masih ada hingga sekarang. Bahkan, beberapa seni lipat kertas ini bisa dibuat jadi hiasan seperti hiasan tirai dengan menggantung angsa kertas. Oh, by the way, pesawat kertas juga masih bisa jadi pelepas rasa bosan loh.

5. Congklak

Mainan jadul yang ini mungkin masih ada di rumahmu atau keluargamu. Tapi, meskipun bentuknya sederhana, mainan jadul ini sebenarnya memerlukan strategi dan kemampuan berpikir. Papannya biasanya dibuat dari kayu dengan berbagai macam desain, mulai dari diberi gambar cat bahkan sampai ukiran. Bijinya sendiri biasanya menggunakan cangkang kerang, atau kalau tidak punya, dengan benda kecil apa saja, mulai dari koin sampai batu kerikil.

6. Gasing

Gasing yang ini bukan yang dari plastik, tapi yang dari kayu atau bambu. Cara mainnya bagian kepalanya digulung dengan tali, lalu ditarik di atas permukaan datar. Biasanya gasing ini diadu siapa yang putarannya paling lama.

Sejak tahun 2000-an, gasing tradisional ini sudah digeser oleh gasing yang modelnya lebih modern, dengan cara bermain yang “sedikit” berbeda. Kalau masih belum tahu, coba ingat Beyblade.

7. Katapel

Mainan jadul ini sering jadi simbol anak nakal. Katapel yang paling hemat biaya biasanya dibuat sendiri dengan ranting kayu yang bercabang. Tapi ada juga yang khusus dibuat handmade. Katapel biasanya dipakai buat mengambil buah, atau dipakai adu tembak dengan peluru kertas.

Sekarang, ketapel kayu sudah sangat jarang ditemui. Ketapel yang biasanya kamu lihat sekarang adalah yang terbuat dari besi, dan lebih cocok untuk dijadikan senjata dan barang koleksi. Tapi, di luar sana masih ada beberapa yang terbuat dari kayu dan diberi warna atau motif yang unik.

8. Yoyo

Kamu pasti pernah melihat mas-mas yang menjual yoyo kayu di pinggir sekolah. Yoyo-nya biasanya dilukis dengan gambar bunga, bulan, atau bintang di bagian tengah, dan bagian dalam yoyo-nya kadang masih kasar.

Sampai sekarang, yoyo masih sering dimainkan bahkan sampai dilombakan. Beberapa pengrajin kayu di Indonesia juga ada yang membuat yoyo dari kayu dengan penampilan yang sederhana tapi keren.

9. Kincir angin

Kincir angin adalah mainan jadul berbentuk baling-baling vertikal atau mengarah ke depan yang akan berputar jika ada angin yang berhembus ke arahnya. Atau, kamu sendiri bisa memegangnya sambil berlari agar kincirnya berputar. Kincir mainan ini biasanya dibuat dari kertas lipat dengan warna yang menarik.

Sekarang, kamu akan sesekali melihat kincir mainan jadul ini di jalan atau luar rumah sebagai hiasan. Karena, mirip seperti bel angin di Jepang, kincir angin yang diletakkan di luar rumah bisa membuat beberapa orang merasa ruangannya terasa lebih sejuk.

10. Baling-baling bambu

Karena dulu kartun Doraemon sangat populer, mainan jadul ini sering disebut baling-baling bambu karena bentuknya yang mirip. Mainan ini biasanya terbuat dari plastik, dan kamu cuma perlu memutarnya dengan kedua telapak tangan sekuat mungkin untuk membuatnya terbang. Sayang, baling-baling ini tidak bisa dipasang di kepala atau membuatmu terbang seperti alat ajaib Doraemon.

11. Layangan

Pernah dengar yang namanya “musim layangan”. Yup, di musim ini semua orang bakal membuat atau membeli layangan untuk dimainkan di luar rumah. Kalau kamu punya bahannya, kamu bisa membuat layangan yang sederhana. Tapi kalau kamu cukup kreatif dan punya bahan yang cukup, atau punya banyak uang, kamu bisa membuat atau membeli layangan ukuran besar dengan desain yang unik. Tapi, kalau kamu benar-benar tidak punya uang, harapanmu cuma menunggu ada layangan jatuh.

Sekarang, istilah “musim layangan” sudah bisa dibilang punah. Di Indonesia sendiri orang yang bermain layangan dan menjual layangan sudah sangat sulit ditemui. Padahal di luar, layangan masih menjadi salah satu jenis rekreasi, dan bentuk-bentuk layangannya (yang rata-rata handmade) juga lebih artistik.

12. Kelereng

Siapa sih yang tidak tahu mainan jadul yang satu ini. Bola kaca kecil ini dari dulu sampai sekarang masih sering dimainkan dengan teman-teman dengan cara menembak kelereng lawan dengan jari. Saking populernya, kelereng malah jadi komoditas “bisnis” kecil-kecilan atau barang koleksi anak-anak SD. Tidak jarang kan, ada yang mau tukaran atau membeli kelereng orang lain yang warna bagian dalamnya keren, atau yang paling lucu, dengan kelereng yang dianggap “ampuh” karena ketika ditembakkan selalu kena.

13. Senapan angin dari bambu

Mainan jadul ini biasanya dibuat dari bambu tipis yang bagian tengahnya dilubangi, ditambah satu tangkai bambu yang ukurannya pas dengan lubang itu. Cara mainnya, masukkan gumpalan kertas basah dari lubang depan bambunya, lalu tembak dengan tangkai bambu dari lubang belakang. Sekarang, senapan bambu ini masih bisa kamu lihat dimainkan di daerah pedesaan atau pedalaman.

14. Peluit bambu

Dulu kamu pasti pernah tiba-tiba mendengar banyak suara burung berkicau, tapi ketika datang ke sumber suaranya, ternyata ada orang yang meniupkan peluit dari bambu. Lalu, kamu membeli peluit itu dan ikut meniupnya. Peluit ini punya dua versi, yang biasa dengan bunyi yang datar, atau yang memiliki tangkai yang berfungsi mengatur suara peluitnya.

Peluit seperti ini sudah tidak begitu sering ditemui.

15. Parasut plastik

Mainan jadul yang satu ini bisa kamu buat sendiri karena bahannya sangat-sangat sederhana: kantong plastik, benang, dan pemberat. Cukup gunting melingkar kantongnya lalu hubungkan ke pemberatnya dengan benang. Pemberatnya juga bisa kamu buat sekreatif mungkin, atau cukup dengan batu kerikil. Kalau sudah jadi, gumpalkan kantongnya bersama pemberat, lempar ke atas, lalu lihat parasutnya terjun dan mendarat dengan perlahan.

Sayangnya, sama seperti mainan jadul lain, mainan yang satu ini sudah jarang terlihat karena tidak banyak anak-anak yang mau bermain dengan ini. Padahal, mainan ini bisa dibuat kapan saja dan di mana saja.

16. Kipas lampion

Seperti namanya, kipas ini dibuat dari kertas lampion bercorak yang ditempel ke dua tangkai bambu. Ketika dibuka, kipas ini berbentuk bulat dan menampilkan corak kertas lampion yang indah.

17. Telepon kaleng

Kamu mungkin pertama kali melihat benda ini ketika praktek IPA di SD dulu (dengan materi bunyi atau getaran). Lalu sepanjang hari di hari praktek itu kamu akan asyik bermain telepon-teleponan dengan teman-temanmu menggunakan telepon kaleng itu.

Tapi, meskipun sifatnya lebih ke mainan, telepon kaleng jarang dijual dan harus dibuat sendiri jika ingin dimainkan.

18. Ikan/lele/tikus tarik

Kalau kamu asing dengan nama ini, kamu mungkin ingat dengan yang namanya lele-lelean (karena memang bisanya dibuat dengan bentu ikan lele). Lele ini bisa berjalan sendiri sambil membuka-tutup mulutnya dengan cepat kalau kamu menarik benang di atas kepalanya. Atau, kamu juga bisa menarik atau menyeretnya langsung.

19. Egrang

Egrang adalah dua batang bambu yang dipasangi pijakan untuk kaki. Untuk bermain, kamu tinggal naik dan jalan menggunakan egrang tersebut. Tapi, karena ukurannya besar, egrang biasanya tidak dijual dan harus dibuat sendiri jika kamu ingin bermain menggunakannya. Egrang sendiri juga jarang ditemui di daerah perkotaan, kecuali jika kamu melihat badut yang sangat tinggi. Tapi, kalau kamu sedang ada di pedesaan, kamu mungkin bisa melihat anak-anak yang memainkan egrang. Atau, jika mau, kamu bisa membuatnya sendiri dan menggunakannya untuk menikmati udara pagi di pedesaan.

20. Bakiak panjang

Kalau kamu suka ikut perayaan 17-an, kamu pasti pernah melihat mainan ini sebagai salah satu cabang lomba 17-an. Atau, kamu mungkin malah ikut bertanding bersama teman-temanmu untuk uji kekompakan dalam melangkah menggunakan satu sendal panjang ini (atau sebaliknya, sering terjatuh dan tertawa bersama).

Kalau suatu hari kamu harus membuat bakiak panjang untuk acara 17-an, tidak perlu repot. Cukup siapkan beberapa pasang kayu yang sama panjang, karet yang tebal, dan paku.

21. Lompat karet

Mainan jadul yang ini biasanya identik dengan anak perempuan. Tapi, mungkin ada juga anak laki-laki pernah bermain lompat karet bersama anak perempuan. Lagipula, mainan jadul ini bisa dibuat dengan cepat. Kalau mau, kamu malah bisa membuatnya sekarang, asalkan kamu punya karet gelang yang cukup.

Di perkotaan, mainan ini mungkin sudah jarang ditemui. Tapi kalau kamu berada di dareah pedesaan atau ada di wilayah yang tepat, kamu harusnya masih bisa melihat anak-anak perempuan memainkan ini. By the way, sampai setinggi mana kamu bisa melompat ketika bermain dulu?

22. Bola bekel

Mainan yang ini biasanya diidentikkan dengan anak perempuan. Bola bekel ini biasanya dijadikan sebuah permainan sendiri jika disandingkan dengan beberapa biji-biji congklak atau benda kecil. Cara bermainnya, pantulkan bolanya ke udara, lalu selagi bolanya di udara, ambil biji yang ada di lantai, entah itu satu per satu, atau beberapa sekaligus, tergantung tingkat kesulitan yang diatur.

Sekarang, bola bekel ini masih ada, malah dengan desain yang makin keren dan indah, seperti dibuat transparan dengan benda yang lucu di dalamnya, bahkan sampai ada yang menyala.


Bagikan Artikel

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.