Kapan Anak Perlu Bertemu Orang Asing?

Tak selamanya orang asing harus dihindari. Bagi anak, adakalanya justru perlu dikenalkan dan membiarkan terjalin sebuah interaksi. Tapi, kapan dan bagaimana tepatnya?


Pastinya orang tua perlu menyesuaikan dengan beberapa situasi. Jelas tidak semua orang asing dapat dibiarkan begitu saja berkontak dengan anak. Baik bertemu langsung maupun lewat aplikasi atau di media sosial. Ada kriteria khusus yang perlu dikenalkan pada anak, orang asing seperti apa yang boleh ditemui serta direspon, dan mana yang tidak.

Kemudian juga perlu mengaitkan pada faktor usia dan kemampuan tumbuh kembang anak itu sendiri. Seperti mulai di usia 6-8 bulan, anak akan menunjukkan rasa tidak suka bertemu orang asing. Lewat tangisan, tidak mau digendong, rewel, dan sebagainya. Seiring bertambahnya umur, rasa takut kemungkinan akan berkurang. Namun tetap tergantung bagaimana pola asuh dan kondisi lingkungan sekitar.

Terlepas dari itu semua, berinteraksi dengan orang asing ada manfaatnya. Yakni melatih anak untuk lebih berani, lebih percaya diri, merangsang mekanisme pertahanan diri, belajar mengenal hal-hal yang berbeda dari yang biasanya, dan masih banyak lagi. Apalagi ke depan tidak setiap saat orang tua dapat mendampingi. Di saat-saat tertentu, mau tidak mau, anak harus mengandalkan dirinya sendiri bertemu dengan orang asing.

Untuk mengatasi rasa takut yang berlebihan

Contohnya untuk mengatasi rasa takut terhadap orang asing yang berlebihan. Terindikasi dari gejala-gejala tertentu yang ditunjukkan oleh anak, di mana sudah tidak sesuai dengan angka usia yang dimiliki. Dengan latihan bertemu orang asing, akan menjadi terapi yang efektif guna mengatasi kekhawatiran dan rasa takut yang berlebihan.

Orang tua dapat mengupayakan lewat beberapa cara. Misalnya mengundang beberapa teman ke rumah agar anak dapat bertemu orang lain selain yang terbiasa ada, membawa anak jalan-jalan di sekitar dan mengadakan obrolan dengan tetangga sekian waktu, dan sebagainya. Intensitas pertemuan yang semakin sering  dan rutin akan lebih menghasilkan dampak positif ketimbang yang tidak.

Mengawasi lingkup sosial anak

Mengawasi lingkup sosial anak (Sumber : pixabay.com)

Untuk sejenak jauh dari orang tua

Bertemu orang asing juga berguna untuk melatih mental anak jauh dari orang tua. Karenanya, biarkan dia beberapa saat bersama yang lain. Dapat dengan pengasuh baru, kakek nenek, atau seseorang yang sudah dipercaya.

Untuk latihan di luar rumah

Ajak anak pergi ke suatu tempat dan beri kesempatan untuk mengadakan kontak pada orang asing. Misalnya dengan seorang kasir toko, petugas keamanan dan bertanya di mana letak arah yang benar, atau menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan seseorang saat meja makan berdekatan.

Namun sebelumnya, bekali mereka dengan sejumlah arahan. Selain membedakan macam-macam orang asing, minta anak untuk lebih peka mengenali perasaan, tidak memberikan informasi yang bersifat pribadi, Juga cara-cara yang benar untuk meminta pertolongan.

Untuk belajar dengan seseorang

Di samping itu, bertemu orang asing diperlukan di momen belajar. Berjumpa guru baru, komunitas yang ada di sekolah atau klub. Di mana anak harus melakukannya sendiri, mulai memberanikan diri, dan terjun langsung di dalamnya.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !