Lebih Cermat Tentang Kanker Prostat

Kanker prostat menjadi ancaman nyata bagi pria, terlebih menjelang usia senja. Karena itu, cermati lebih dalam tentang apa itu kanker prostat agar terhindar.


Data dari Globocan menyebut ada sekitar 1,3 juta kasus kanker prostat di seluruh dunia. Dari data tersebut, sebanyak 11.361 kasus ada di Indonesia, dan 5.007 orang di antaranya meninggal. Diperkirakan menyerang 1 dari 10 pria lansia. Mayoritas diatas usia 60 tahun, meski ada pula yang terkena dibawah 40 tahun.

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel-sel yang abnormal dan tidak terkontrol di kelenjar prostat. Kelenjar prostat sendiri merupakan salah satu organ yang dimiliki para pria. Bertugas memproduksi cairan untuk melindungi dan mengangkut sperma. Prostat terletak di bagian bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra atau saluran kencing. Bagi yang masih muda, ukuran prostat sebesar kacang kenari, namun tidak bisa bertambah besar seiring meningkatnya usia. Jadi amat tergantung pada faktor umur.

Rata-rata tumbuhnya sel-sel kanker dimulai di luar kelenjar. Geraknya sangat lambat dan tidak berpotensi menyebar. Namun pada beberapa kasus, begitu sel-sel kanker muncul, pertumbuhannya sangat cepat dan agresif. Maka dari itu, deteksi dini yang cepat dilakukan akan menyelamatkan penderita dan memungkinkan pengobatan berhasil.

Penyebab

Sampai saat ini belum bisa dipastikan mengenai penyebab kanker prostat. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan, sel kanker di kelenjar prostat yang disebut juga dengan prostatic intraepithelial neoplasia (PIN), ditemukan hampir pada semua pria diatas usia 50 tahun. Geraknya sangat lambat dan sewaktu-waktu dapat menjadi kanker.

Gejala ringan dan berat

Umumnya tidak ada gejala yang terasa pada stadium awal. Baru dirasa ketika sel-sel kanker sudah berkembang. Seperti lebih sering buang air kecil, kesulitan kencing, buang air kecil tidak tuntas, kandung urine bocor, kerap terbangun di malam hari untuk kencing (nuctoria), dan gangguan ereksi. Serta ada gejala yang lebih berat bila kanker terus tumbuh. Di antaranya nyeri tulang, berat badan turun, edema, kelelahan, bengkak pada tungkai atau kaki, dan kebiasaan buang air besar berubah.

Mengenal kanker prostat lebih dalam

Mengenal kanker prostat lebih dalam (Sumber : pixabay.com)

Komplikasi

Bila dibiarkan, kanker akan menyebabkan beberapa komplikasi. Paling umum, sel-sel kanker menyebar ke organ-organ terdekat, mengalami inkontinesa urine, dan disfungi ereksi.

Bentuk pengobatan

Bentuk pengobatan sangat tergantung dari rendah tingginya stadium kanker yang diidap. Untuk yang masih awal atau tergolong tidak berbahaya, biasanya dokter akan menyarankan check up rutin dan obat minum. Sementara untuk stadium yang lebih tinggi, ada beberapa pilihan rangkaian perawatan. Berupa operasi, terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, imunoterapi, dan cryotherapy. Tentunya bentuk pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien beserta efek samping yang harus dihadapi.

Cara menghindari

Walau belum diketahui sumber penyebabnya, kabar baiknya ada cara-cara untuk menghindarinya. Yakni tindakan-tindakan yang bisa dikendalikan guna mencegah atau mengurangi risiko terpapar. Misalnya dengan tidak merokok, diet susu dan produk turunannya, minimalisir konsumsi daging merah, perbanyak makan buah dan sayur, juga olahraga rutin setiap hari.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !