Manajeman Finansial Bagi Generasi Sandwich

Salah satu masalah berat yang mesti dihadapi oleh generasi sandwich adalah urusan finansial. Tidak mudah mengaturnya, sebab harus memayungi beberapa anggota keluarga besar. Trik dan strategi wajib dimainkan supaya keuangan terus berjalan lancar.


Generasi sandwich ialah sebutan untuk seseorang yang sudah bekerja dan memiliki keluarga sendiri, namun harus menanggung beban ekonomi orang tua dan saudara-saudara kandungnya. Biasanya juga masih menanggung anggota keluarga lain. Fenomena yang banyak dialami oleh para pekerja, lantaran masih kentalnya pemberlakuan aturan sosial dan budaya untuk menjamin masa pensiun orang tuanya.

Tentu bukan tanggungan yang mudah. Sebab setidaknya dalam sebulan, penanggung wajib membagi-bagi pemasukannya demi banyak orang. Sering pula menyedot energi dan memercik bara perseteruan. Di antara keluarga inti maupun keluarga besar. Apalagi jika ternyata pemasukan tiap bulan terbilang besar, namun pada akhirnya dirasa tak pernah mencukupi kebutuhan.

Buat anggaran pengeluaran

Selalu paksa diri untuk membuat catatan pengeluaran rutin setiap bulan. Begitu menerima gaji di rekening atau jauh-jauh hari sebelumnya. Jadikan catatan tersebut sebagain patokan dalam penggunaan uang sehari-hari. Mana yang jatah untuk diri sendiri, keluarga inti, juga untuk orang tua atau keluarga besar. Ketika tahu ada sisa dan kebutuhan lain yang tak kalah penting, Anda akan lebih mudah menyiasatinya.

Utamakan keluarga inti

Ada baiknya utamakan keperluan keluarga inti terlebih dulu. Belanja bulanan, makan, biaya sekolah, dan sebagainya. Serta kebutuhan untuk liburan, hiburan bagi istri atau suami, meski tak harus terbilang mewah.

MENGAPA DEMIKIAN? SEBAB ANAK-ANAK DAN PASANGAN JUGA BERHAK MENIKMATI HASIL JERIH PAYAH ANDA SELAMA INI.

Termasuk jangan menyiksa diri sendiri untuk tidak mengambil sedikitpun dari hasil keringat Anda.

Passive income

Bila dirasa kurang, coba cari tambahan pemasukan. Ambil strategi yang sebisa mungkin tidak mengganggu jadwal pekerjaan utama. Misalnya dengan berinvestasi. Tinggal menanamkan nominal rupiah, di kala rentang waktu tertentu Anda sudah bisa memetik labanya.

Belajar mengatur keuangan demi masa depan

Belajar mengatur keuangan demi masa depan (Sumber : pixabay.com)

Punya dana darurat

Sisakan pula sebagian dari upah tiap bulan untuk masuk ke dana darurat. Minimal kebutuhan semua orang yang ditanggung selama tiga bulan penuh. Biarkan dana darurat mengendap dan tak ada salahnya terus bertambah nilainya. Gunakan saat kebutuhan mendesak benar-benar tak bisa ditunda lagi. Contohnya adalah biaya orang tua sakit yang tidak diambil alih asuransi, biaya renovasi rumah akibat terkena musibah, serta lainnya. Setelah terpakai, segera kembalikan dana darurat ke angka semula.

Tolak jika….

Walau kebutuhan orang tua dan saudara kandung menjadi tanggung jawab, namun tidak semuanya harus dipenuhi.

BERANIKAN DIRI UNTUK MENOLAK JIKA SEKIRANYA MEMANG TAK MAMPU MEMENUHI.

Seperti liburan ke luar negeri dan meminta hadiah mewah di saat pemasukan masih pas-pasan. Ketimbang ke depan Anda dihadapkan cashflow yang tak sehat dan rawan terjebak dalam utang.

Komunikasi

Urusan finansial memang tak mudah bagi generasi sandwich. Tapi bisa diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka dan hangat. Bicarakan semua kendala bersama pasangan, lalu lanjutkan untuk meminta pengertian orang tua dan keluarga.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !