Mengaku Pencinta Batik? Kamu Mesti Paham Jenis-jenis Batik Ini

Jika berbicara tentang kain khas Indonesia, kebanyakan orang pasti akan langsung berpikir ke arah batik. Ya, jenis kain yang satu ini memang sangat populer. Tidak hanya karena motifnya yang indah, batik menjadi begitu populer sebab daerah yang memproduksi kain batik di Indonesia sangatlah banyak. Karena tingkat kegunaan, kepopuleran, dan penyebarannya inilah, tidak perlu heran jika batik dikategorikan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sejak Oktober 2009 silam.

Sangat sulit menemukan orang yang tidak suka dengan batik karena kecantikan kain ini yang begitu memesona. Kamu pun bisa dipastikan jatuh cinta pada jenis kain khas Nusantara yang satu ini. Kalau mengaku cinta, kamu pasti tahu dong jenis-jenis batik yang bisa dijumpai di Indonesia?

Belum tahu? Jangan khawatir! Supaya kamu semakin mencintai batik serta bisa dengan bangga mengenakan dan menjelaskannya kepada banyak orang—khususnya orang asing yang juga suka sama batik—berikut ini kami memberikan ulasan spesial buat kamu mengenai jenis-jenis batik. Sssst, ternyata selain bisa dibedakan menurut cara pembuatannya, kamu juga mesti paham jenis batik menurut motif dan daerahnya supaya tidak salah kostum!

Jenis Batik Menurut Cara Pembuatannya

Batik sekarang memang tidak hanya cocok sebagai busana dalam acara resmi. Para pengrajin lokal dengan lihai membuat berbagai kerajinan batik yang ternyata juga bisa pas dikenakan untuk sehari-hari. Mulai dari tas batik, sepatu batik, hingga pernak-pernik batik bisa kamu jumpai dengan mudah sekarang.

Kemudahan mencari kerajinan batik tentu membuat kamu yang mencintai batik semakin senang. Akan tetapi, hati-hati sebab bisa kini juga banyak benda yang hanya memakai kain bermotif batik, namun aslinya bukan batik. Maksudnya apa? Ya, sekarang ini banyak yang memproduksi kain konveksi dengan corak batik, namun tidak menjadikan lilin malam sebagai bahan pembuat motifnya. Padahal, batik yang asli itu adalah kain yang motifnya dikerjakan dengan melukiskan lilin malam di permukaannya.

Mengenal ragam jenis kain Batik

Mengenal ragam jenis kain Batik (Sumber : pixabay.com)

Tidak sampai di situ, jenis batik menurut cara pengerjaannya ini pun terbagi menjadi dua. Kamu bisa menemukan jenis batik tulis dan batik cetak. Dua-duanya sama-sama batik, hanya saja tingkat kesulitan pengerjaannya yang berbeda. Berikut ini beberapa penjelasan yang perlu kamu tahu soal jenis batik menurut cara pembuatannya.

1. Batik Tulis

Ketika kamu menemukan harga kain batik yang begitu tinggi, bisa jadi itu adalah jenis batik tulis dengan motif yang begitu rumit. Jenis batik yang satu ini memerlukan waktu pengerjaan yang cukup memakan waktu karena tiap motifnya dilukis lain oleh tangan-tangan pengrajin kain batik menggunakan lilin malam dan canting.

Karena dikerjakan secara manual, kamu akan menjumpai ada perbedaan ukuran dan goresan di tiap gambar pada kain batik tersebut. Hadirnya perbedaan tersebut bukannya membuat motif tulis menjadi rusak, melainkan membuatnya malah terlihat luwes. Bentuk dan ukuran motif juga lebih terkesan eksklusif sebab tidak ada yang sama persis satu sama lainnya. Dari segi kualitas pun, jenis batik yang satu ini dianggap lebih unggul karena malam pada tiap motifnya lebih awet dan tahan lama dan motif bisa tembus hingga sisi belakang kain.

2. Batik Cetak

Meskipun menggunakan cetakan yang menyerupai stempel untuk membuat tiap motifnya, jenis ini tetap dikategorikan batik sebab menggunakan lilin malam sebagai tintanya. Penempelan stempel dan pewarnaan jenis batik ini pun tetap dilakukan manusia, tanpa intervensi mesin. Dibandingkan batik tulis, motif pada batik cetak lebih konsisten dari segi bentuk dan ukurannya. Hal tersebut karena memang motifnya telah tertuang dalam stempel sehingga tidak berubah-ubah lagi. Hanya saja menurut sebagian orang, motif di jenis batik cetak menjadi terkesan kaku sebab semuanya terlihat sama.

Kesan eksklusifnya pun sedikit berkurang karena bisa jadi satu cetakan digunakan untuk banyak kain. Oleh karena dicetak dan tidak ada penekanan dari canting, pada kain batik cetak, motifnya tidak tembus ke sisi belakang. Hal inilah yang dianggap sebagai kekurangan batik cetak. Meskipun demikian, jenis batik ini tahan lama loh sebab motifnya bisa bertahan untuk jangka waktu 5-7 tahun.

Jenis Batik Menurut Wilayahnya

Sebagian besar batik yang ada di Nusantara berasal dari Pulau Jawa. Hampir tiap daerah di pulau terpadat di Indonesia ini memiliki jenis batiknya sendiri. Walaupun jenis batik menurut daerahnya ini begitu beragam, sebenarnya hanya dua jenis batik yang bisa disimpulkan, yakni batik pedalaman dan batik pesisir.

1. Batik Pedalaman

Jenis batik yang satu ini pasti sudah tidak asing di telinga maupun penglihatanmu. Tahu Jogja dan Solo? Nah, kedua daerah tersebutlah yang menjadi sentra batik pedalaman di Indonesia. Mengenai definisinya, batik pedalaman adalah jenis batik yang tumbuh dan berkembang di wilayah keraton maupun kerajaan-kerajaan Jawa.

Ciri khas dari jenis batik pedalaman adalah warna-warna yang digunakannya. Kain batik khas pedalaman cenderung berwarna netral, seperti cokelat, putih, ataupun biru. Motifnya pun tidak sembarangan sebab sudah ada ketentuannya. Tiap motif juga memiliki filosofinya sendiri yang tidak boleh digunakan secara sembaranan. Batik khas keraton ini cenderung dipengaruhi oleh nuansa Hindu-Buddha dan tiap motifnya tiap menampakkan gambar makhluk hidup secara utuh.

2. Batik Pesisir

Jika batik pedalaman kerap berwarna netral, lain halnya dengan batik pesisir yang lebih kaya warna. Kamu bisa menemukan jenis batik pesisir dalam warna hijau, merah, kuning, hingga warna-warna lainnya. Motifnya pun lebih beragam dan terlihat lebih bebas. Kamu bisa melihat motif batik pesisir yang menyerupai burung, kupu-kupu, kapal, hingga ondel-ondel.

Beragamnya warna dan motif pada batik pesisir karena jenis batik ini sudah banyak dipengaruhi berbagai budaya. Ya, berkembang di wilayah pesisir membuat batik di wilayah-wilayah Madura, Cirebon, hingga Pekalongan mudah berinteraksi dan berbaur dengan kebudayan China, India, juga Hindu-Buddha.

Jenis Batik Menurut Motif dan Filosofi

Setiap motif batik memiliki makna yang dalam sehingga tidak boleh diremehkan. Kentalnya makna tersebut membuat ada beberapa jenis batik yang tidak boleh dipakai sembarangan. Penasaran kan jadinya dengan apa saja sih jenis batik menurut motif dan filosofinya? Berikut ini beberapa penjelasannya khusus buat kamu.

1. Motif Parang

Motif parang adalah motif yang sakral. Motif ini hanya diizinkan dikenakan oleh anggota kerajaan dan pantang digunakan oleh rakyat jelata. Motif parang yang menyerupa bentuk huruf S yang saling berlilit dalam garis diagonal menandakan perjuangan yang tiada putus. Jenis batik yang satu ini biasa diberikan oleh generasi tua kepada generasi muda yang ada di kerajaan. Tujuannya jelas, yakni agar generasi muda dapat meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulunya. Motif yang juga melambangkan kewibawaan ini memang sudah beredar di masyarakat sekarang. Namun, jangan sekali-sekali mengenakan batik motif ini ke wilayah keraton ya karena anggap dianggap penghinaan kepada raja.

2. Motif Kawung

Motif pada jenis batik ini termasuk yang tertua pada awalnya hanya bisa dikenakan oleh anggota kerajaan. Definis dari motif yang termasuk geometris dengan empat corak menyerupai buah aren ini adalah kesucian. Untuk masa sekarang, jenis batik kawung biasa digunakan dalam acara-acara perayaan yang bersifat gembira.

3. Motif Sido Mukti

Kalau ingin mengenakan jarik batik untuk acara pernikahanmu, pilihan yang tepat adalah jenis batik bermotif sido mukti. Mengandung unsur kata sido yang berarti terlaksana, jenis batik ini mengandung harapan agar yang dicita-citakan dalam kehidupan pernikahan dapat tercapai. Sebenarnya tidak hanya motif sido mukti, melainkan semua motif yang mengandung unsur kata sido memang kerap dipakai oleh para pengantin. Arti sido mukti sendiri adalah harapan agar sang penganting mempunya masa depan yang bahagia lahir dan batin.

4. Motif Slobok

Dengan pola geometris menyerupai dua segitita yang kepalanya saling bertaut, jenis batik dengan motif slobok memang terkesan elegan dan tampak penuh wibawa. Namun, jangan coba-coba memakainya ketika acara pernikahan, syukuran, atau resepsi lainnya, ya. Sebab walaupun bermotif indah dan penu wibawa, jenis batik yang satu ini memiliki arti pelepasan dan kelonggaran terhadap arwah untuk mencapai peristirahatan terakhirnya. Karena itulah, batik bermotif soblok biasa digunakan untuk menutupi jenazah.

5. Motif Tambal

Sesuai dengan namanya, jenis batik ini memiliki arti memperbaiki. Motifnya sendiri terkesan saling mengait antar corak. Pada masanya dahulu, batik bermotif tambal biasa digunakan sebagai selimut bagi orang yang sedang sakit. Motif ini dipercaya mampu memberikan energi positif sehingga si sakit bisa lekas sehat.

6. Motif Truntun

Jika jenis batik sido mukti biasa digunakan oleh pengantin, batik bermotif truntun dikenakan oleh orang tua dari kedua mempelai. Dengan corak menyerupai kelopak bunga atau matahari yang bersinar ini, batik truntun memiliki filosofi yang begitu dalam. Jenis batik ini mengandung harapan agar sang pemakainya dapat menjadi penuntun. Dalam hal pernikahan, diharapkan orang tualah yang dapat menuntun para mempelai ke jalan yang baik.

7. Motif Petani

Motif petani biasa didapati pada jenis batik pesisir. Motif ini kerap menggambarkan corak manusia dengan berbagai kegiatannnya, mulai dari petani, pedagang, ataupun yang lain. Jenis batik yang satu ini awalnya dibuat oleh para ibu di waktu luang mereka.

8. Motif Mega Mendung

Kalau melihat motif ini, kamu pasti langsung menganggapnya sebagai jenis batik khas Cirebon. Ya, motif mega mendung memang berkembang dan populer di kota pesisir tersebut. Maknanya sendiri adalah kesuburan yang dilambangkan dengan corak menyerupai awan di tiap bagian kainnya.

9. Motif Pringgodani

Ini dia jenis batik yang cocok dipakai para pria. Bercorak menyerupai sulur-sulur dengan hiasan motif seperti naga, batik bermotif pringgodani memang melambangkan kesan pahlawan yang maskulin. Warna-warnanya pun cenderung gelap, seperti merah tua ataupun indigo.

10. Motif Sekar Jagad

Jika ada motif pringgodani yang maskulin, ada juga jenis batik yang melambangkan kecantikan dan sisi feminine. Batik bermotif sekar jaga ini biasa digunakan oleh para wanita untuk memancarkan kecantikannya. Bahkan ada kepercayaan, pemakai batik sekar jagad agar membuat banyak orang terpesona. Ciri motifnya sendiri adalah bentuk-bentuk yang menyerupai bunga, yang saling bertumpang-tindih.

 

 


Membicarakan batik tentu tidak habisnya. Kekayaan budaya Nusantara dan perbaurannya dengan budaya-budaya asing yang masuk membuat jenis batik semakin beragam. Akan tetapi, dari ulasan di atas, setidaknya sekarang kamu tahu kan di mana waktu dan tempat yang tepat untuk mengenakan sebuah kerajinan batik?

 

6

BSD City

Media Informasi Kawasan Serpong meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.