Mengatasi Bosan Kala Belajar Online

Wajar jika kebosanan dirasakan anak selama belajar di rumah saja. Waktunya saja berjalan hampir tiga bulan lamanya. Dengan kegiatan yang monoton, tugas menumpuk, atau tanpa variasi sama sekali. Bagaimana membantu mereka agar menikmati online learning lagi?


Mungkin sekarang kebosanan dapat teratasi karena liburan usai ujian akhir semester. Anak terbebas dari rutinitas menghadap guru dan materi. Namun, belum ada kepastian mengenai pembukaan sekolah saat tahun ajaran baru bulan depan. Kemungkinan online learning akan tetap berjalan. Tentu kebosanan akan terulang dan bisa meningkat ke level yang lebih parah.

Sekali dua kali rasa bosan barangkali dapat ditoleransi. Akan tetapi jika sampai terus bertahan dalam diri anak, akan membuahkan antipati pada online learning. Apalagi tahun ajaran baru yang biasanya diawali dengan pertemuan-pertemuan seru di sekolah, kini mesti dimulai dengan tetap di balik layar. Alhasil perlu dukungan dan bantuan nyata dari orang tua. Semata-mata demi membuat anak tetap mau belajar dan memetik hasilnya di masa depan.

Mencari sebab kebosanan

Selain dari hasil pengamatan, sebenarnya orang tua dapat menanyakan langsung pada anak. Mengenai sebab dia bosan dengan online learning. Kadangkala sumbernya erat berkaitan dengan bobot materi, cara mengajar guru yang kurang menarik, dan jenuh menatap layar terus menerus. Ada pula yang beralasan bosan sebab tidak bisa sambil bermain dengan teman-temannya, kurang perhatian dari orang tua, ingin pindah ke ruangan lain, dan sebagainya.

Ada baiknya orang tua mendengar dengan baik setiap alasan yang keluar dari mulut anak. Tidak menyangkal atau malah menyalahkan.

Membuat jadwal baru

Orang tua juga bisa membuat jalan keluar dengan menawarkan jadwal baru. Dari yang biasanya mulai pagi sesuai jam masuk sekolah, sekarang diubah sesuai keinginan anak. Misalnya seusai jam makan siang atau malam hari saja. Dengan syarat, tetap mengikuti pertemuan online bila sudah terjadwal sebelumnya. Cara ini biasanya mampu mengerek kembali semangat anak untuk mau belajar lagi.

Sementara tidak menyentuh gawai

Di samping itu, coba minta pada anak untuk sementara waktu tidak menyentuh gawai. Atau peralatan elektronik yang memiliki layar hidup. Lantaran gawai dan sejenisnya memiliki potensi mengajak anak pasif, yang akhirnya aktivitas anak terasa seragam. Tidak ada variasi dan menimbulkan kebosanan. Ajak mereka sejenak menjauh dengan melakukan agenda lain. Seperti olahraga fisik yang menguras tenaga atau memasak bersama.

Belajar online tak selalu membosankan

Belajar online tak selalu membosankan (Sumber : pixabay.com)

Istirahat dan menikmati hiburan

Buang rasa bosan anak dengan istirahat serta menikmati hiburan. Pengalihan ini akan membuat anak bisa melepaskan diri dari apa yang tidak disukainya. Penat berkurang, stres hilang, konsentrasi kembali datang. Tetap adakan kegiatan yang menarik, tanpa harus bersentuhan dengan layar gawai.

Tetap terhubung dengan teman

Kondisikan anak tetap terhubung dengan teman-temannya. Misalnya membantu mereka untuk sekadar bisa menelepon atau bertatap muka lewat video sebentar. Biarkan anak bertukar sapa dan mengobrol apa saja. Cara sederhana ini mungkin efektif membantu mereka mengobati rasa kangen suasana belajar di kelas.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !