Mengatasi Overthinking yang Bikin Merugi

Pada dasarnya, overthinking atau terlalu banyak berpikir itu tidak masalah. Menjadi masalah ketika sudah menghambat. Apalagi di dunia kerja. Overthinking harus diatasi agar tidak menimbulkan kerugian, khususnya pada diri sendiri.


Contoh sederhana yang paling jamak terjadi, adalah menimbulkan persepsi yang salah pada orang yang mengalaminya. Akibat terlalu banyak berpikir mendetail dan memasukkan berbagai faktor, pekerjaan tak kunjung selesai. Memakan waktu serta tak sesuai dengan tenggat yang telah dijadwalkan. Selalu ada hal-hal yang ditimang-timang, dibanding-bandingkan, dan dipikirkan mendalam. Bahkan kadang yang tidak ada sangkut pautnya pun dimasukkan sebagai bahan berpikir.

Padahal orang yang overthinking tersebut sebenarnya amat kompeten. Namun cara berpikirnya yang terlalu rumit, mendatangkan kesusahan pada dirinya sendiri. Bukan saja pekerjaan yang tak segera selesai, ia juga kerap kena masalah dengan sesama rekan. Alhasil, sering pula dinilai tidak mampu mengambil keputusan dengan cepat. Meski ada kondisi yang membutuhkan penanganganan secara kilat, ia akan tetap berpikir dan berpikir, walau tahu konsekuensi yang harus dihadapi dengan kekompleksan cara berpikirnya ini.

Sadari ini sudah menghambat

Orang dengan tabiat overthinking memang perlu dibantu keluar dari kebiasaannya. Akan tetapi penting pula, bahwa kebiasaannya ini sudah menghambat dirinya maupun orang lain. Merangsang kesadaran yang tumbuh dari dalam diri.

SEBAB, UMUMNYA ADA KECENDERUNGAN MEREKA DENGAN PIKIRAN BERLEBIHAN AKAN SELALU DENIAL DAN MENGELAK ATAS SIKAPNYA SENDIRI.

Serta menyertakan berbagai alasan sebagai pembenaran. Karenanya, memberitahu dan menyadarkan kekurangan dirinya akan lebih efektif, supaya mereka mau segera berubah.

Apa yang Anda khawatirkan?

Kebiasaan overthinking tentu ada sebabnya. Mungkin berhubungan dengan pola asuh masa lalu yang membentuk cara berpikirnya selama ini, atau mungkin pula dirangsang ekspektasi terhadap luar dirinya. Misalnya ingin benar-benar hanya mengambil keputusan terbaik karena khawatir dengan reaksi atasan yang tidak puas.

Tetapi ia lupa, bahwa dunia kerja membutuhkan team work. Pemikiran berlebihan hanya akan jadi penghambat. Maka, cari apa yang sebetulnya dikhawatirkan, ketimbang mengorbankan kerja sama dalam urusan kerja.

Coba untuk berubah

Hal lain yang tak kalah penting dilakukan ialah berubah. Pelan-pelan tapi pasti mulai menghilangkan kebiasaan overthinking. Walau tidak mudah, namun harus memaksa diri sendiri untuk bisa melakukanya. Jangan ragu meminta bantuan sesama rekan kerja. Misalnya minta untuk diingatkan dan feedback secara berkala.

Terlalu banyak berpikir bisa berdampak negatif

Terlalu banyak berpikir bisa berdampak negatif (Sumber : pixabay.com)

Buat alternatif

Disamping itu buat aneka alternatif. Bila perlu tulis apa yang harus segera dikerjakan. Seperti patuh pada deadline apapun hasilnya, memprioritaskan beban kerja yang berkaitan dengan tim dibanding tugas pribadi, dan sebagainya. Jika masih terasa berat, coba mulai dari kebiasaan sehari-hari. Di antaranya cicipi saja kafe yang baru buka tanpa perlu bertanya sana sini, segera putuskan membeli baju atau tidak tanpa perlu bolak balik dari satu toko ke toko yang lain, serta lain-lain.

Eksekusi segera

Terakhir dan terpenting, eksekusi segera. Percuma saja jika masih berupa angan atau rencana. Perubahan baru akan terlihat ketika benar-benar pikiran yang rumit jadi sederhana pada tindakan dan kata-kata.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !