Mengenal Perbedaan Jenis Kulit Hewan yang Sering Dijadikan Produk Handmade

Kulit hewan merupakan kulit yang paling sering ditemukan dan digunakan untuk produk-produk handmade kulit seperti tas kulit, sepatu kulit, jaket kulit, dompet kulit, dan sebagainya. Tapi, tahukah kamu, bahwa masing-masing kulit hewan itu punya karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari kekuatan hingga teksturnya. Karena itu, beberapa kulit lebih cocok digunakan untuk membuat produk handmade kulit tertentu, tapi tidak cocok untuk produk lain.

Ragam variasi kulit hewan untuk produk handmade

Ragam variasi kulit hewan untuk produk handmade (Sumber : pixabay.com)

Di artikel kali ini kita akan membahas berbagai macam kulit hewan yang paling umum digunakan untuk membuat produk handmade kulit di Indonesia.

1. Sapi

Kulit sapi adalah kulit yang paling umum dan sering digunakan karena mudah ditemukan. Tapi meskipun begitu, kulit sapi tetap punya tekstur dan permukaan seperti kerikil-kerikil kecil yang bagus dan menarik. Kulit sapi juga tahan air dan debu serta mudah dirawat. Selain itu, kulit sapi juga cukup tebal, membuatnya menjadi kulit yang cukup kuat dan tahan lama, tapi juga berat.

Kulit sapi digunakan untuk membuat hampir semua produk handmade, mulai dari pakaian seperti jaket, sepatu, tas, dan aksesoris seperti dompet, sarung tangan, ikat pinggang, dan sebagainya.

2. Banteng

Kulit banteng sebenarnya kurang lebih sama dengan kulit sapi. Bedanya, kulit banteng lebih kuat dan tebal daripada kulit sapi, serta pola pada teksturnya lebih jelas. Penggunaannya juga mirip dengan kulit sapi, tapi lebih dipilih dalam pembuatan produk handmade kulit yang menuntut daya tahan yang bagus, misalnya sepatu, karpet/permadani, jaket, dan sebagainya.

3. Kambing

Sama seperti kulit sapi, kulit kambing juga cukup mudah ditemukan, tapi tidak kalah dari kulit sapi. Bahkan, kulit kambing bisa dibilang lebih halus tapi tetap kuat dan tahan lama. Selain itu, kulit kambing juga termasuk lebih ringan jika dibandingkan dengan kulit sapi.

Karena lebih halus tapi tetap kuat, kulit kambing biasanya digunakan untuk membuat karpet atau produk handmade kulit lain yang memerlukan permukaan yang halus tapi kuat (misalnya sarung tangan atau tas tangan).

4. Domba

Kulit domba adalah kulit yang sangat halus, lembut, dan nyaman digunakan. Kulit domba juga sangat ringan dan bisa menyerap air dengan baik. Tapi sebagai kompensasinya, kulit domba tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan kulit sapi, sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk membuat pakaian seperti jaket untuk berkendara atau bepergian.

Kulit domba bisa digunakan bersama dengan wolnya untuk jaket fashion, rombi, karpet, dan sebagainya.

5. Buaya

Kulit buaya adalah salah satu kulit yang cukup mahal, baik secara mentah atau jika dijadikan sebuah produk handmade kulit. Bagaimana tidak, kulit buaya punya lapisan yang membuatnya sangat tebal, kuat, dan tahan lama, serta memiliki permukaan yang sangat unik dan indah. Selain itu, kulit buaya juga cukup sulit untuk diproses.

Karena tingkat kesulitan pembuatan, kualitas, serta keindahannya, kulit buaya biasanya dibuat menjadi produk handmade mewah atau luxury seperti tas tangan, dompet, sepatu boots, ikat pinggang, dan sebagainya.

6. Ular

Kulit ular pada umumnya halus, lembut, dan tipis (sehingga tidak begitu kuat). Tapi satu hal yang unik dari kulit ular adalah teksturnya yang unik berkat sisik-sisiknya, serta coraknya yang sangat menarik dan indah.

Karena corak dan teksturnya ini, kulit ular biasanya dijadikan tas tangan, dompet, dan juga sepatu.


Selain enam kulit hewan tadi, masih ada lagi beberapa kulit hewan yang bisa digunakan untuk membuat produk handmade seperti rusa, hiu, kanguru, burung unta, unta, dan sebagainya. Tapi hewan ini jarang ditemui di Indonesia sehingga kulitnya juga jarang ditemui (kalaupun ada, pasti sangat mahal).

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.