Mengenal tentang Rotan Sintetis yang Sedang Populer

Kamu pasti sudah sering mengenal kulit sintetis maupun kanvas sintetis karena memang pemakaian dua material ini populer di masyarakat. Namun ternyata, yang dibuat sintetisnya tidak hanya kulit ataupun kanvas. Kini, kamu juga bisa menemukan rotan sintetis yang sekarang makin digandrungi penggunaannya.


Bahkan bisa dibilang, sekarang lebih mudah menemukan furnitur dari bahan rotan sintetis dibandingkan rotan asli yang alami. Nah buat kamu yang masih bingung apa itu rotan sintetis, yuk kenali material dasar yang satu ini lebih dekat!

Contoh produk furniture luar ruang yang berbahan rotan sintetis

Contoh produk furniture luar ruang yang berbahan rotan sintetis (Sumber : selorattan.com)

Apa Itu Rotan Sintetis?

Sepintas ketika melihat mebel yang terbuat dari rotan sintetis, sangat mungkin kamu tidak bisa membedakan bahan dasar yang satu ini dengan rotan asli. Bagaimana tidak, secara tampilan, anyaman dari rotan sintetis terlihat sama dengan yang terbuat dari rotan asli. Akan tetapi, tentu sejatinya jenis rotan sintetis berbeda dengan yang alami.

Jika rotan alami merupakan salah satu jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan dasar berbagai furnitur, rotan sintetis hadir dari pengolahan bahan plastik melalui proses pabrikan. Ya, jenis rotan yang satu ini memang tidak bisa langsung diambil alam, melainkan melalui proses panjang yang dikelola oleh mesin-mesin canggih. Ragam rotan sintetis dari bahan alami ini pun dapat dibedakan menjadi dua material baku, yakni yang berjenis polythilene dan jenis yang satu lagi disebut sebagai polyvynil chloride (PVC).

Dari pengolahan bahan plastik tersebut, nantinya dapat dihasilkan helaian rotan sintetis dengan tiga tipe. Ada tipe polystrap yang berbentuk lebar dan pipih. Ada tipe polycore yang berbentuk agak bulat. Satu lagi, ada model polypeel yang menyerupai bentuk setengah lingkaran. Ketiga tipe ini membuat para pengrajin menjadi lebih memiliki keleluasaan untuk menganyam rotan sintetis menjadi berbagai produk handmade yang ciamik.

Sebenarnya, rotan sintetis muncul karena sangat populernya rotan alami di masyarakat. Dahulu hingga sekarang, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak orang terus berburu furnitur dari bahan rotan untuk kebutuhan mebel. Bisa jadi, kamu pun termasuk pencinta produk dari rotan karena jenis material utama ini memiliki banyak kelebihan dan mampu menghadirkan kesan vintage dan classy sekaligus.

Banyaknya permintaan akan rotan di satu sisi membuat kerajinan anyaman rotan menjadi potensi bisnis yang menjanjikan. Akan tetapi, di sisi lain muncul kekhawatiran akan tidak mampunya alam menyediakan kebutuhan akan rotan sesuai dengan pesanan masyarakat. Hal ini dikarenakan tumbuhan rotan memiliki waktu tumbuh yang relatif lama, padahal permintaan terus mengalir sepanjang waktu.

Untuk memenuhi pemintaan akan rotan tersebutlah, mulailah dicari alternatif bahan lain agar tiap orang bisa tetap mendapatkan kerajinan anyaman rotan idamannya. Plastik menjadi jawaban untuk menciptakan rotan imitasi yang sangat mirip dengan aslinya, yang hingga kini dikenal dengan sebutan rotan sintetis. Tidak hanya digemari masyarakat karena tektur dan modelnya yang menyerupai rotan alami, rotan sintetis kerap menjadi pilihan karena dianggap lebih ramah lingkungan. Ya, dengan rotan sintetis, keberlangsungkan kehidupan tanaman rotan akan lebih terjaga sehingga mencegah populasi ini dari kepunahan.

Rotan Sintetis Versus Rotan Asli

Setiap benda pasti memiliki keunggulan dan kelemahan dibandingkan benda lainnya sebagai pembanding. Tidak terkecuali rotan sintetis, produk baku yang satu ini pun mempunyai kelebihan dan kekurangan dibandingkan rotan alami yang telah lebih awal populer untuk dijadikan kerajinan anyaman. Berikut ini adalah beberapa keunggulan dan kelemahan rotan sintetis dibandingkan rotan alami yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahui fakta-fakta ini, kamu akan lebih yakin dan lebih cerdas memilih mau menggunakan jenis rotan seperti apa untuk produk handmade yang kamu pilih.

Keunggulan

1. Ramah Lingkungan

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, rotan sintetis dibuat dari bahan plastik sehingga tidak perlu menebang jenis tumbuhan rotan setiap kali ada permintaan. Hal ini tentu menjaga ekosistem karena memastikan tumbuhan rotan alami tidak habis ditebangi untuk memenuhi permintaan konsumen akan anyaman rotan.

2. Kaya Warna

Jika kamu hanya menemukan warna-warna natural pada anyaman dari rotan asli, warna yang bervariasi bisa kamu jumpai pada produk-produk handmade berbahan rotan sintetis. Ya, karena terbuat dari plastik yang diolah, pewarnaan rotan sintetis pun lebih beragam. Di rotan alami kamu cenderung hanya menemukan warna cokelat ataupun maroon, namun jika mencari rotan sintetis, kamu bisa menemukan warna-warna lain yang lebih bervariasi, mulai dari merah, putih, sampai ungu. Lebih banyak pilihan, bukan?

3. Lebih Lentur dan Ringan

Menjadikan bahan plastik sebagai material pembuatannya, rotan sintetis memiliki keunggulan lain yang menguntungkan pengrajin dan penggunanya Untuk kalangan pengrajin, rotan sintetis lebih mudah dianyam dan dibentuk sesuai pesanan sebab lebih lentur. Ya, ini karena kelenturan bahan plastik tidak perlu dipertanyakan lagi. Sementara itu, pengguna juga diuntungkan karena rotan sintetis memiliki bobot lebih ringan daripada rotan asli. Jadi jika dibuat produk handmade, akan lebih mudah dibawa maupun dipindahkan.

4. Anti Rayap

Sama seperti produk handmade dari kayu, produk-produk dari rotan sering kali cepat lapuk karena serangan rayap yang membabi buta. Namun, hal ini tidak akan terjadi jika kamu menggunakan produk handmade yang dibuat dari anyaman rotan sintetis. Terbuat dari bahan plastisk, dijamin rayap akan ogah dekat-dekat dengan furnitur maupun produk handmade lainnya yang material utamanya berasal dari rotan sintetis.

5. Tahan Cuaca Ekstrem

Mudah lapuk jika berada dalam kondisi lembap membuat perabotan dari rotan asli dianjurkan ditaruh dalam ruangan. Padahal, kamu tentu ingin memiliki produk handmade dari rotan yang bisa dipajang di halaman ataupun dibawa-bawa ke berbagai tempat. Nah, rotan sintetis merupakan solusi buat kamu yang ingin memiliki produk kerajinan anyaman rotan yang bisa ditaruh dan dibawa ke mana saja. Tahan terhadap ekstrem, perabotan rotan bahkan bisa tahan guyuran hujan ataupun terpaan sinar matahari. Keren, kan?

6. Perawatan Lebih Mudah

Merawat perabot rotan memang tidak sulit. Namun, diperlukan teknik dan perlengkapan khusus agar produk handmade rotan aslimu selalu tampil prima dan tampak baru. Akan lain ceritanya jika produk yang kamu miliki terbuat dari anyaman rotan sintetis. Cukup menggunakan lap basah untuk membersihkannya, produk rotan kesayanganmu itu akan selalu tampil cemerlang, tanpa perlu banyak usaha untuk merawatnya.

7. Harganya Relatif Lebih Murah

Diproduksi secara massal, kamu tidak perlu takut menghadapi kelangkaan akan rotan sintetis. Mudahnya material yang satu ini didapatkan juga membuat harganya lebih murah ketimbang kamu harus membeli rotan asli. Namun jika sudah diolah menjadi beragam produk, harganya tentu juga bergantung dengan modal dan desainnya.

Kelemahan

1. Mengandung Racun

Jangan panik dulu, racun pada rotan sintetis tidak bersifat tetap kok. Racun ini hanya timbul jika produk dari rotan sintetis ini terbakar. Karena terbuat dari jenis plastik yang berasal dari bahan kimia, jika terkena api, rotan sintetis akan mengeluarkan uap bahan kimia tersebut yang tidak baik untuk kesehatan. Disarankan kamu lebih memilih rotan sintetis yang terbuat dari polythilene dibandingkan yang diolah dari bahan PVC. Carilah juga pengrajin rotan sintetis yang bersetifikat untuk semakin mendukung keamanan dan kenyamanan dari produk rotan sintetis yang kamu miliki.

2. Kurang Kuat Menopang

Produk dari rotan sintetis memang akan lebih ringan dibandingkan yang dibuat dari rotan asli. Akan tetapi, keringanan ini juga menunjukkan kelemahannya. Saking ringannya anyaman rotan sintetis, bahan ini tidak akan terlalu kuat menopang beban, apalagi jika dibuat menjadi furnitur berupa meja ataupun kursi. Untuk menyiasatinya, para pengrajin perabot rotan sintetis selalu membuat kerangka mebelnya dari aluminium, kayu jati, ataupun bahan kuat lainnya.

Berbagai Produk dari Rotan Sintetis

Setelah mengetahui beragam keunggulan dan adanya kelemahan dari rotan sintetis, kamu sekarang pastinya sudah bisa menerka-nerka apa saja produk handmade yang bisa dibuat dari jenis rotan buatan ini. Yap, karena tahan terhadap segala cuaca dan anti rayap, rotan sintetis biasa digunakan untuk membuat berbagai perabot yang cocok ditempatkan di luar ruangan.

Selain penempatannya yang lebih bebas, produk yang dihasilkan dari rotan sintetis tidak berbeda jauh dari yang bisa dibuat dengan rotan asli. Jenis rotan sintetis bisa dijadikan tas, dompet, keranjang, hingga segala macam perabot; mulai dari kursi, meja sampai frame tempat tidur. Tidak hanya itu, karena aman ditempatkan di luar ruangan, banyak pengrajin juga mulai membuat daybed outdoor dari bahan rotan sintetis. Daybed ini cocok ditaruh di pekarangan belakangan sebagai tempat bersantai kamu di siang hari. Bahkan ada beberapa daybed yang kerap diletakkan sebagai tempat istirahat di pinggir kolam renang. Menarik, bukan?

 

 


Tidak kalah kualitasnya dengan rotan asli, memiliki perabot dan beragam produk handmade lain dari rotan sintetis patut kamu pertimbangkan. Apalagi melihat pemanasan global yang terjadi akibat penebangan tumbuhan secara liar, bahan dasar sintetis dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membantu mengurangi dampak tersebut. Di situs toko online, kamu juga bisa menemukan berbagai produk handmade dari rotan sintetis, seperti sofa dan keranjang hias, aksesoris, kursi dan meja cantik, sampai sandal rotan. Nah, sekarang kamu jadi lebih mudah berbelanja produk-produk handmade dari material berkualitas yang satu ini, kan!

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !