Mengenal Wangi-wangi dan Tomia di Wakatobi

Bagikan Artikel

Kamu masih ingat Planet Pandora dari film Avatar? Indah, bukan? Saat melihat keindahan bawah laut Wakatobi, serasa keindahan Pandora termanifestasi di dalamnya. Tidak berlebihan menyebut kalau Pandora pindah ke Wakatobi, bayangkan saja kawasan taman nasional ini memiliki 750 dari 850 spesies koral, jenis karang yang beragam, makhluk laut yang sulit ditemukan di daerah lain serta  air laut yang sangat jernih. Tertarik untuk datang ke tempat surreal seperti ini? Mulai penjelajahanmu di pintu gerbang keindahan Wakatobi, Pulau Wangi-wangi.

Selamat Datang di Pulau Wangi-wangi

Pulau Tomia, Wakatobi

Pulau Tomia, Wakatobi. (Sumber : pegipegi.com)

Aroma laut akan segera menyambut saat pertama kali menapakkan kaki di Pulau Wangi-wangi atau Pulau Wanci. Pulau ini merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Wakatobi dan pintu gerbang menuju taman laut. Soal daya tarik wisata bahari, Wangi-wangi tak kalah cantik dengan pulau lainnya. Bisa kamu bayangkan, melihat plankton, penyu atau rumput laut hanya dari atas kapal. Saking jernihnya perairan di pulau ini, kamu pun bisa ikut bertualang dengan para nelayan saat mereka akan memanen rumput laut.

Wisata bahari akan berbonus kuliner laut melimpah ruah. Beragam masakan dari laut tersedia di sini,  salah satunya adalah kerang lunak (buli-buli) yang ditumis dengan campuran bawang goreng dan terasi. Ada juga ikan yang disajikan seperti sushi dari Jepang, Perangi namanya. Ikan diolah dengan rendaman air jeruk nipis selama 15 menit lalu disajikan mentah. Jangan lewatkan juga Sup ikan Parende yang rasanya super segar!

Selain wisata bahari dan kuliner, Pulau Wangi-wangi juga meninggalkan sisa-sisa sejarah yang menarik untuk digali. Masyarakat Wangi-wangi percaya bahwa Gajah Mada, Maha Patih Kerajaan Majapahit lahir di sini. Beragam petunjuk dalam bentuk cerita rakyat, artefak dan bukti arkeologi yang kuat mengenai tokoh Gajah Mada tersimpan rapih di desa tradisional Liya Togo. Bahkan kini Lembaga Adat Forum Komunikasi (Forkom) Kabali, Wakatobi, sedang berusaha menggalang dana untuk membuktikan dan mendalami sejarah ini.

Liburan Budaya di Tomia

Indahnya pemandangan bawah laut di kepulauan Wakatobi

Indahnya pemandangan bawah laut di kepulauan Wakatobi. (Sumber : youtube.com)

Mesin perahu menderu membawa penumpang kapal dari Wangi-wangi menuju Pulau Tomia, sebuah pulau dengan dengan hamparan karang membentang. Bukan sembarang karang, melainkan karang-karang besar dan fosil-fosil kerang raksasa yang usianya mungkin sudah ratusan atau ribuan tahun. Tak heran jika Tomia kerap disebut pulau karang.

Bicara soal Tomia tak lengkap rasanya tanpa menyinggung keindahan lautnya. Ada beberapa spot diving yang digemari di sini, salah satunya Spot Teluk Waiti dan Spot Mari Mabuk. Saat nyemplung di sana, kamu bisa melihat  gugusan terumbu karang dari berbagai jenis spesies tumbuh subur. Berbagai jenis ikan yang beragam akan menyambut ramah, rasanya seperti sedang berenang di akuarium raksasa!

Selain punya laut cantik, alam yang indah dengan gugusan pulau kecil yang menakjubkan, Tomia juga punya kebudayaan dan sejarah yang masih melekat kuat pada masyarakat. Masyarakat dan pemerintah Tomia pada Agus secara rutin mengadakan Festival Benteng Patua. Festival ini menampilkan beberapa tarian daerah, pencak silat khas Tomia, pameran hasil kerajinan dan penampilan alat musik daerah. Acara diadakan di dalam benteng bersejarah Patua. Wah, lokasi bersejarah, festival kebudayaan.. benar-benar liburan budaya ke Wakatobi.

Tips Melancong ke Wakatobi

Itulah sekelumit kisah tentang Wakatobi, masih ada beragam kisah lainnya yang akan lebih seru jika Travel lads sendiri yang menggali kisah tersebut. Nah, sebelum terjun langsung ke Wakatobi, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:

  • Bulan terbaik untuk mengunjungi Wakatobi adalah April – Juni dan Oktober –Desember. Karena cuaca sedang sangat bersahabat.

  • Jangan berangkat di bulan Maret, karena biasanya kamu akan kesulitan menemukan hotel.

  • Jika tak ingin menyewa alat selam, bawalah peralatan sendiri.

  • Karena taksi di Wakatobi tidak menggunakan harga, ada baiknya survey terlebih dahulu berapa biasanya tariff taksi diberikan ke lokasi tujuan.

  • Jangan lupa bawa kamera underwater! Walaupun beberapa pemandu menyiapkannya, akan lebih bebas jika kamu membawa milikmu sendiri.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.