Perlukah Melibatkan Mertua Ketika Pasangan Selingkuh?

Mendapati diri diselingkuhi pasangan pastinya sangat mengejutkan. Biasanya bila sudah begini, dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Salah satunya dari orang tua pasangan. Tapi perlukah sampai melibatkan mertua untuk masalah ini?


Pada dasarnya banyak tujuan di balik menghadirkan mertua ke dalam masalah perselingkuhan pasangan. Sebagai orang yang dituakan, paling tidak mertua diharapkan memiliki saran yang bijak atas perselingkuhan anaknya. Memecahkan masalah sesegera mungkin dengan risiko yang paling rendah. Apalagi bila dari ikatan perkawinan sudah terlahir anak, yang mau tidak mau pasti ikut merasakan imbasnya perselingkuhan. Di samping orang tua yang paling tahu tabiat anaknya sendiri seperti apa.

Akan tetapi jawabannya kembali lagi pada masing-masing. Masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Terhadap diri sendiri, anak, pasangan, juga hubungannya dengan keluarga besar, termasuk pada mertua. Pasalnya perselingkuhan dalam taraf paling ringan sekalipun, tetap meninggalkan jejak yang panjang.

Terpenting, yakinkan diri untuk bisa mencari jalan keluar. Juga jangan menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan pasangan. Pikirkan secara jernih baru timbang masak-masak untuk jadi tidaknya mengajak mertua terlibat.

Lihat kondisi mertua

Idealnya memang memiliki mertua yang bisa diajak kerja sama. Dalam arti masih sehat fisiknya, memiliki karakter yang tenang dan dapat diajak segera memecahkan masalah, terbiasa menilai dengan netral, serta memiliki hubungan yang harmonis dengan menantunya.

Tapi tidak semua ada dalam kondisi tersebut. Ada mertua yang memang dekat dengan menantu, namun mungkin tidak bisa langsung menerima kondisi anaknya telah berselingkuh. Malah setelah mendapat kabar jadi sakit, menyalahkan menantu, marah besar yang tidak berkesudahan, misalnya.

MAKA DARI ITU, PAHAMI KONDISI MEREKA. PLUS IMBASNYA PASCA MENGETAHUI PERILAKU ANAKNYA.

Ambil keputusan yang terbaik dan paling mungkin, tak terkecuali menangani sendiri dengan dibantu orang lain, selain mertua. Ketimbang risiko yang ditanggung nantinya lebih besar dengan melibatkan mereka di usia senja.

Mempertimbangkan andil mertua ketika ada masalah rumah tangga

Mempertimbangkan andil mertua ketika ada masalah rumah tangga (Sumber : pixabay.com)

Sejauh mana

Lalu ukur sejauh mana mertua bakal terlibat. Cukup sebagai pemberi nasihat pada anak agar tak mengulangi, menjadi jalan tengah bila sudah ada keputusan untuk berpisah, atau bagaimana bentuknya.

Di sisi lain dan sangat perlu dipegang erat, sekalipun perselingkuhan pasangan begitu menyakitkan, jangan sekali-kali memanfaatkan mertua untuk balas dendam. Dengan niat mempermalukan pasangan di depan orang tuanya. Mereka juga merasa tersakiti dan kehilangan kepercayaan. Sama seperti Anda yang dulu mengucap janji suci bersama.

Persiapkan diri

Persiapkan diri karena tak selamanya mertua akan berada di pihak Anda. Bisa jadi malah menyalahkan, dengan opini bahwa Anda adalah sumber penyebab perselingkuhan anaknya. Atau reaksi lain dari mertua yang tak pernah diharapkan. Karenanya, memikirkan bagaimana mereka bereaksi bisa menjadi poin penting perlu tidaknya mereka hadir pada konflik rumah tangga Anda.

Hindari konflik baru

Bagaimana nanti keputusannya, ada baiknya Anda menghindari konflik baru. Seperti justru bermusuhan dengan mertua sebab tidak puas dengan reaksi mereka, dan sebagainya. Masalah dapat berlipat dan hanya akan menyulitkan diri sendiri. Cukup fokus terlebih dulu untuk menyelesaikan masalah perselingkuhan pasangan, baru setelahnya pindah ke urusan yang lain.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !