Seks Anal Berbahaya? Siapa Bilang?

Bagikan Artikel
Seks anal yang berbahaya?

Seks anal yang berbahaya? (Sumber : intim.id)

Kehidupan seks yang monoton biasanya disebabkan oleh kurang variatifnya sebuah pasangan kala bercinta. Padahal, sebuah hubungan seksual tak sekedar memasukkan Mr. P ke dalam Ms. V. Dibutuhkan sebuah imajinasi yang tinggi untuk mencoba hal-hal yang baru, agar kehidupan seksual Anda selalu segar. Salah satu yang patut Anda coba adalah seks anal.

Apa? Seks anal? Bukannya itu berbahaya? Bukannya itu beresiko tinggi menularkan penyakit?

Ya, seks anal memiliki sejumlah resiko, tapi tak semuanya benar. Telah banyak beredar mitos-mitos yang menyebut bahwa seks anal berbahaya bagi kesehatan dan sebagainya. Namun resiko tersebut bisa terjadi, hanya karena kita melakukannya dengan cara yang salah.

Berikut ini adalah mitos-mitos seks anal yang sering disalahartikan oleh sebagian orang.

Mitos: Seks Anal itu Sakit

Rasa sakit yang muncul ketika melakukan seks anak disebabkan oleh cara atau metode yang salah kala melakukannya. Banyak perempuan yang mengaku menikmati seks anal bersama pasangannya dan bahkan sebagian di antaranya mampu mencapai orgasme.

Oleh karena itu, lakukanlah secara perlahan. Gunakan banyak minyak pelumas khusus atau gunakan terlebih dahulu alat bantu seks seperti dildo atau alat-alat lainnya.

Awalnya memang sakit, tapi bila sudah mendapatkan celahnya, bukan tak mungkin Anda malah menikmatinya.

Mitos: Hanya pelacur yang bersedia melakukan anal seks

Mitos semacam ini muncul setelah banyaknya film-film porno yang menampilkan adegan-adengan seks anal di dalam sebuah adegan. Oleh karena itu, pelaku anal seks kerap dihubung-hubungkan dengan ‘pelacur’. Padahal seks anal bukanlah sesuatu yang aneh, bahkan tabu bagi sebuah pasangan.

Oleh karena itu, bila Anda ingin mencoba hal-hal baru demi menyegarkan kehidupan seksual Anda, tak ada salahnya mencoba anal seks.

Baca Juga :

Mitos: Lelaki Anda tidak akan menghormati Anda lagi

Sejatinya, tidak ada hubungan antara seks anal dengan rasa hormat. Rasa hormat seorang lelaki hadir dari sikap dan perilaku seorang perempuan. Bukan dinilai dari sebuah seks anal.

Sebagian pria modern saat ini justru mencari cara baru untuk membina sebuah hubungan seks yang sehat. Mereka memandang seks anal sebagai salah satu komponen untuk bisa membangun rasa percaya di antara diri pasangan.

Bukan tidak mungkin seks anal justru membuat Anda menjadi semakin dekat dengan partner Anda.

Mitos: Seks anal bisa merusak tubuh

Ya, seks anal bisa merusak tubuh, apabila tidak dilakukan dengan benar. Melakukan seks anal membutuhkan banyak cairan lubrikasi, karena anus tidak memproduksi cairan lubrikasinya secar alami. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menggunakan sebanyak-banyaknya cairan pelumas sebelum melakukan seks anal. Jangan lupa, carilah posisi yang nyaman saat akan melakukan hal tersebut.

**Mitos: Seks anal tak membutuhkan kondom**Seks anal adalah seks paling aman, karena tidak bisa menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, kondom tidak diperlukan di sini.

Salah, salah, dan salah. Ingat, meskipun tidak bisa menyebabkan kehamilan, namun anus tetap bisa menularkan beragam penyakit akibat hubungan seksual, seperti hepatitis, HIV, atau chlamydia. Sedikit saja ada luka mikro, maka kemungkinan Anda akan dengan mudah terinfeksi oleh bakteri.

Untuk menghindari hal tersebut, selalu gunakan minyak pelumas dalam jumlah yang banyak. Bila ingin lebih aman, gunakan pula kondom untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.