Suka Batik? Yuk, Ketahui Cara Membuat Batik Sendiri

Membeli dan mengenakan berbagai macam produk yang berbahan dasar kain batik sudah tidak aneh. Apalagi, kini batik begitu terkenal dan penggunaannya tidak hanya untuk pakaian tradisional. Berbagai produk populer pun sekarang mulai terhias batik, mulai dari sepatu, tas, sampai hiasan rambut. Tentu saja ini membuat batik semakin terkenal dan dekat di hati kalangan muda.

Khususnya buat para pencinta batik serta bagi kamu yang suka dan penasaran banget sama jenis kain yang satu ini, kamu pasti penasaran dan tertarik dong sama cara membuat batik sampai bisa menghasilkan kain yang begitu indah dan nyaman dipakai ini. Keinginan untuk mengetahui cara membuat batik juga akan semakin besar tatkala kamu tidak mendapati motif ataupun warna batik yang sesuai dengan impianmu.

Ya, motif dan warna batik memang sudah ada aturannya sendiri. Namun, bukan motif-motif tersebutlah yang membuat sebuah kain dikatakan sebagai batik. Istilah batik muncul dari cara membuat batik yang menggunakan malam dan dilukis dengan canting. Sebab itulah, walaupun kamu menemukan kain bermotif batik, belum tentu kain tersebut adalah kain batik asli jika cara membuatnya tidak memenuhi ketentuan.

Belajar sendiri membuat Batik

Belajar sendiri membuat Batik (Sumber : pixabay.com)

Buat kamu yang mengaku suka sama batik, kini sudah saatnya kamu juga paham cara membuat batik yang benar. Agak sulit memang, namun dengan membuatnya sendiri, kamu bisa loh mendapati motif dan warna batik impianmu selama ini yang tidak dijual di para pengrajin maupun toko. Mau dong punya batik eksklusif seperti itu? Yuk, sekarang mulai belajar cara membuat batik yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri kok di rumah.

Siapkan Semua Perlengkapan yang Dibutuhkan

Sudah tidak sabar membuat batik sendiri? Jangan terburu-buru karena langkah awal yang mesti kamu lakukan adalah memastikan semua perlengkapan yang dibutuhkan tersedia. Apa saja sih yang dibutuhkan untuk membuat batik? Nah, perlengkapan yang utama harus kamu sediakan adalah lilin malam dan canting. Kamu bisa mendapatkannya di pasar tradisional atau toko yang khusus menjual perlengkapan membatik.

Selain kedua perlengkapan utama tersebut, pastikan juga kamu sudah memiliki alat bernama gawangan sebagai wadah menyampirkan kain yang hendak dibatik. Kamu juga bisa menggunakan hoop dari bambu atau rotan yang biasa menjadi bahan dasar untuk hiasan berupa hoop art guna menyampirkan kain yang tidak terlalu besar. Selain gawangan, kamu juga butuh gunting dan wajan dan kompor kecil untuk memanaskan lilin malam ketika sedang membatik. Panci besar pun dibutuhkan untuk perebusan kain yang sudah dibatik.

Selain semua perlengkapan tersebut, hal yang tidak boleh kamu lupakan adalah menyediakan larutan pewarna untuk mewarna kain yang sudah dipola. Batik tradisional biasa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarnanya. Misalnya, ekstrak buah bit untuk mendapatkan warna merah atau daun suji untuk menghasilkan larutan berwarna hijau. Namun jika tidak ingin repot, kamu bisa langsung membeli pewarna buatan.

Tentunya pula yang menjadi perlengkapan utama adalah kain untuk membatik. Kamu bisa menggunakan kain sutra, katun, ataupun jenis kain lainnya untuk dipola menjadi batik. Namun, lebih baik kamu memilih jenis sutra ataupun katun yang lebih lembut dan mudah diproses, mulai dari pola hingga penyerapan warna. Jenis kain untuk membatik ini dikenal dengan istilah kain mori.

Awali dengan Membuat Pola

Langkah awal yang bisa kamu lakukan dalam membatik setelah perlengkapan terpenuhi adalah membuat pola yang diinginkan. Kamu bisa memilih pola batik pedalaman yang sudah ada aturan dan filosofi yang begitu kuat ataupun memilih pola batik pesisir jika ingin mendapatkan gambar batik yang natural. Tidak mau kedua-duanya? Kamu juga bisa kok membuat pola sendiri yang sesuai keinginanmu.

Gambarlah pola tersebut pada kain mori yang hendak dibatik. Kamu cukup melukiskannya menggunakan pensil. Tidak perlu membuat goresan yang tebal, tipis-tipis saja asal kamu tahu dan paham tiap lekuk dari pola tersebut. Proses mendesain pola ini dalam perbatikan kerap disebut dengan istilah nglengreng.

Tebalkan Pola dengan Lilin Malam yang Sudah Dicairkan

Inilah inti dari cara membuat batik! Setelah membuat pola yang sesuai keinginan, kini saatnya kamu mulai menebalkan desain tersebut dengan teknik membatik. Siapkan lilin malam yang sudah dicairkan. Meskipun sudah cair, biarkan malam tersebut tetap berada dalam wajan di atas kompor yang menyala supaya tidak memadat kembali. Selain itu, kamu juga harus menyediakan canting guna menjadi alat lukis untuk menebalkan pola batik yang sudah kamu rancang.

Apabila semua telah tersedia, kamu cukup menaruh kain mori yang telah dipola di atas gawangan atau hoop yang telah disiapkan sebelumnya. Kamu bisa memberikan bantalan empuk di bawah kain supaya proses penebalan pola lebih muda. Jika semua sudah siap, kamu langsung bisa merasakan sensasi cara membuat batik yang sebenarnya.

Celupkan canting ke dalam wajah berisi lilin malam yang telah tersedia dalam beberapa detik. Jangan langsung menggoreskannya di kain karena cairan tersebut masih panas dan akan merusak kain. Tiup-tiuplah canting dalam beberapa detik hingga suhu cairan malam agak menurun. Barulah setelah itu, kamu bisa melukiskannya pada pola yang sudah dibuat.

Lukiskan cairan malam secara detail pada tiap pola yang tersedia. Jangan hanya melukis di pinggir-pinggir pola. Kamu juga mesti mengarsir ataupun memberikan titik-titik di bagian dalam pola yang memang dibutuhkan untuk kepentingan detail dan estetika. Sebagai contoh, ketika menebalkan pola daun, kamu bisa membuat garis tebal untuk menjadi tulang daun dan memberi arsiran tipis di bagian lembaran dan tulang lunak daun. Hal ini akan membuat batik buatanmu nanti terlihat indah dan natural.

Sebenarnya selain menggunakan canting yang dianggap terlalu manual dan dikenal hasilnya sebagai batik tulis, kamu bisa lebih mudah membuat pola batik menggunakan alat cetak. Caranya sama hanya saja alat cetaknya cenderung mahal sehingga tidak cocok jika hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Ketika hendak membuat batik cetak ini, kamu bisa melewatkan proses membuat pola karena polanya telah tersedia pada alat cetak.

Yuk, Lanjut ke Pewarnaan Kain Batik

Jika sudah selesai menebalkan semua pola yang sebelumnya sudah digambar tipis menggunakan pensil, kini saatnya kamu bersiap untuk mewarnai kain tersebut sesuai keinginanmu! Bagaimana caranya? Sebenarnya tidak sulit, kamu hanya tinggal mencelupkan kain yang telah dilukis menggunakan lilin malam pada rebusan air yang telah diberi pewarna dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Akan tetapi, sebelum mulai mencelupkan kain ke dalam rebusan air pewarna, kamu harus terlebih dahulu menutupi bagian-bagian kain yang hendak tidak diwarnai dengan lilin malam. Untuk bagian yang kecil, kamu tetap bisa menggunakan canting. Sementara itu, kuas dapat dijadikan alternatif untuk melapisi wilayah bagian kain yang luas yang tidak ingin diwarnai. Fungsi pelapisan ini diperlukan karena kamu tentu tidak ingin batikmu hanya tampil dalam satu warna sehingga batas pola juga menjadi bias dan tidak terlihat.

Kamu cukup mencelupkan kain mori berpola tersebut dalam beberapa detik dalam larutan pewarna. Jika sudah, jangan langsung melangkah ke tahap selanjutnya sebab kamu harus mengeringkannya terlebih dahulu dan memastikan bahwa larutan pewarna sudah menempel sempurna di kain batikmu.

Rebus Kain yang Sudah Dibatik

Setelah mendapat warna yang sesuai, pola batik buatanmu belum tampak terlalu jelas sebab masih tertutupi lilin malam. Karena itu, malam di kain harus dilunturkan. Caranya tidak sulit. Kamu hanya perlu merebusnya pada air panas dalam waktu sekitar beberapa menit. Bagian dari cara membuat batik ini dikenal dengan istilah nglorot, yaitu cara melunturkan lilin yang tersisa di kain.

Jika proses ini sudah dilalui, pola batik yang sudah kamu lukis akan tampak jelas dan indah. Jangan lupa setelah merebus, kamu dapat mencelupkan kain batik tersebut pada larutan soda ash supaya warna kain tidak mudah luntur.

Tahap pewarnaan dan perebusan kain ini bisa kamu lakukan berulang kali hingga membutuhkan waktu yang relatif lama. Semuanya bergantung ada berapa warna yang hendak kamu buat dalam kain batik kreasimu. Semakin banyak warnanya, semakin banyak pengulangan kedua tahap ini yang harus kamu lakukan.

Cuci dengan Air Dingin dan Keringkan

Apabila semua tahap sudah dilalui, kamu bisa masuk ke tahap akhir dalam pembuatan batik, yaitu pencucian. Gunakan air dingin untuk mencuci kain dan jangan tambahkan detergen atau bahan kimia lain. Cukup rendam dan sedikit kucek dengan lembut pada air tanpa campuran apa pun.

Setelah dicuci secara lembut, jemurlah kain tersebut hingga kering. Pilihlah tempat yang sejuk untuk menjemur agar warna tidak berubah. Jika sudah kering, baru kamu bisa menggunakan kain batik hasil buatanmu tersebut.

 


Membuat batik memang ribet, walaupun tidak bisa dibilang sangat sulit juga. Keribetan itu muncul karena berbagai tahap yang mesti kamu lalui, bahkan ada yang harus diulang berkali-kali untuk mendapatkan hasil maksimal. Karena itu, tidak heran jika harga selembar kain batik bisa sangat mahal. Nah, setelah mengetahui berbagai tahapan cara membuat batik di atas, kamu pasti sudah sangat sangat penasaran untuk mempraktikkannya, bukan? Selamat mencoba!

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.