Tanah ‘Tusuk Sate’ Tidak Mempengaruhi Untung Rugi Dalam Bisnis

Bagikan Artikel

Seni tata ruang dalam bisnis tidak berkaitan dengan bentuk tanah atau bangunannya.

Mungkin Anda pernah mendengar mitos-mitos seputar Fengshui yang mempercayai beberapa bentuk tanah atau bangunan yang harus dihindari jika ingin dipakai untuk berbisnis. Tanah berbentuk kantung, bentuk botol, tanah kipas, atau tusuk sate mungkin lazim Anda dengan sebagai momok bentuk tanah dan bangunan yang tidak hoki dipakai untuk lahan bisnis. Namun hal itu dibantah oleh Master of Fengshui Art Indonesia Yohan Suyanha. Seperti diberitakan detikFinance, pemahaman mengenai bentuk tanah atau bangunan yang berdampak untung rugi pada bisnis sama sekali tidak beralaskan.

Ilustrasi rumah dengan denah posisi tusuk sate

Ilustrasi rumah dengan denah posisi tusuk sate. (Sumber : google.com)

Bentuk tusuk sate misalnya, menurut Yohan merupakan mitos belaka. Ia berkaca pada kondisi rumahnya sendiri yang berbentuk tusuk sate dan tidak berdampak negatif apa-apa pada kehidupannya, termasuk keuangan. Baginya, hal terpenting yang harus diperhatikan dalam seni tata ruang adalah arah derajat pintu yang tergantung pintunya. Menurutnya, lokasi pintulah yang menentukan positif atau negatif suatu tanah dan bangunan. Secara ilmiah, ia membuktikan hal itu dapat dihubungkan dengan sirkulasi udara di dalam suatu bangunan yang berdampak positif bagi manusia yang hidup di dalamnya.

Yohan menambahkan, mitos bentuk tanah atau bangunan yang tusuk sate tidak hoki karena lokasinya yang  menghadap seluruh jalan sehingga bukan tidak mungkin suatu saat akan tertimpa kecelakaan. Baginya, apa pun bentuk tanah dan bangunannya, dengan penempatan pintu dan jendela yang dapat mengalirkan sirkulasi udara secara tepat makan akan berdampak langsung pada penghuninya.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.