Tempat Wisata Jogja yang Cerdas dan Ceria untuk Anak-anak Kita

Bagikan Artikel

Kenapa kita perlu mengunjungi tempat wisata Jogja? Tentu menyenangkan sekali jika setelah pulang dari liburan, anak-anak atau adik kita jadi tambah pintar dan/atau lebih mengapresiasi seni-budaya. Memang belum banyak daerah wisata yang memiliki wahana yang menghibur sekaligus mendidik. Museum-museum di Indonesia yang harusnya menjadi ujung tombak penyedia kebutuhan edutainment keluarga, banyak yang belum interaktif atau terlalu rumit untuk anak-anak. Tapi bukan berarti tempat yang dapat memperkaya wawasan si kecil itu tidak tersedia. Di tempat-tempat wisata yang sudah berkembang pesat, kita dapat menemukan hiburan-hiburan cerdas ini. Salah satu propinsi yang memiliki banyak tempat wisata mendidik adalah Daerah Istimewa Jogjakarta (Jogja)

Selama dua edisi ke depan, kita akan mengulas tempat wisata Jogja yang menghibur sekaligus mendidik. Pada edisi ini, kita akan membahas 3 buah museum di Jogja, yaitu yang mengenalkan anak kepada permainan-permainan tradisional, lalu yang mengajarkan fisika dengan percobaan-percobaan yang menyenangkan, dan tempat wisata Jogja yang mengenalkan keindahan arsitektur Indonesia. Semoga menjadi inspirasi liburan kamu berikutnya, ya. Ini dia:

Museum Anak Kolong Tangga

Seperti Harry Potter, Museum Anak yang terletak di Taman Budaya Jogja ini, “hidup” di tempat yang sepertinya terpinggirkan yaitu di bawah kolong tangga. Tetapi seperti Harry Potter juga, museum ini ternyata menyimpan begitu banyak keajaiban dan termasuk tempat wisata Jogja yang menarik untuk anak-anak. Tercatat lebih dari 900 mainan anak tradisional disimpan di dalam museum ini. Sebagian besar adalah sumbangan dari pendirinya,Rudi Corens, yang mengumpulkan mainan-mainan tersebut saat ia berkeliling Indonesia selama 15 tahun. Corens adalah seniman asal Belgia yang prihatin karena anak-anak di Indonesia kini lebih akrab dengan video games dibandingkan mainan warisan budayanya sendiri. Karena itu, ia bersama seniman Jogja lainnya sepakat untuk mengenalkan mainan-mainan asli Indonesia itu, sekaligus menjaga kearifan lokal agar terus diwariskan ke generasi penerus, melalui Museum Anak Kolong Tangga (MAKT) di Jogja.

Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga. (Sumber : grid.id)

Di desain untuk mengisi ruang yang kosong di bawah tangga concert-hall Taman Budaya Jogja, MAKT justru menjadi museum yang unik dan apik. Ruang yang cukup kecil membuat museum menjadi seperti istana mainan yang meriah. Mainan dari jaman Majapahit berbaur dengan mainan dari masa selepas kemerdekaan RI. Mainan dari luar negeri menjadi selingan yang menyegarkan dari dominasi mainan negeri sendiri. Boneka dari plastik dan kayu terlihat sedang bercengkrama di antara miniatur kendaraan, gasing, topeng, serta dilatarbelakangi oleh poster, buku, komik dan beragam pernik khas anak lainnya.

Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga. (Sumber : liburananak.com)

Setelah puas melihat-lihat mainan tradisional, anak-anak kita bisa membeli oleh-oleh yaitu mainan-mainan sederhana buatan tangan di MAKT. Ajak juga si kecil untuk ke toko buku di TBY untuk mencari bacaan yang juga akan memperkaya imajinasi dan logika anak.

Taman Pintar

“Belajar Fisika itu bisa juga menyenangkan, lho!” Itulah yang coba ditunjukkan (dan berhasil!) oleh Taman Pintar di pusat kota Jogja ini. Dibangun dengan dana Rp. 53 milyar, Taman Pintar Jogja didesain untuk membuka wawasan anak usia pra-sekolah sampai tingkat SMA. Di sini, anak-anak dapat mengetahui mulai dari hal sederhana seperti bagaimana pelangi itu terbentuk, sampai hal rumit mengenai seluk beluk teknologi nuklir.

Taman Pintar Yogya

Taman Pintar Yogya. (Sumber : alodiatour.com)

 

Ada 5 zona di Taman Pintar Jogja. Yang pertama adalah playground, yaitu ruang terbuka tempat anak-anak bisa berlari-lari dan bermain. Di playground ini juga ada beberapa alat peraga sains yang bisa dimainkan secara gratis, misalnya, tabung yang menjelaskan bagaimana suara terbentuk atau cakram yang menjelaskan terbentuknya warna. Lalu, ada Gedung PAUD Barat dan Timur, dua zona yang menyediakan pelajaran menarik bagi anak umur 2-7 tahun.

Taman Pintar Yogya

Taman Pintar Yogya. (Sumber : tamanpintar.co.id)

Lalu, ada juga gedung memorabilia yang memberikan informasi yang sedikit berbeda, yaitu mengenai sejarah Indonesia. Di tempat wisata Jogja ini kita bisa melihat peninggalan dari tokoh-tokoh pendidikan, Sultan Jogja dan presiden-presiden RI. Atraksi utama Taman Pintar Jogja dapat kita temui di Gedung Oval-Kotak. Di sini, kita bisa melakukan demo sains mengenai teknologi sehari-hari (lampu, listrik, telepon, dll), sistem kerja mobil, atau proses mengamati tata surya. Kita juga bisa melihat simulasi gempa dan tsunami untuk menumbuhkan kepekaan anak terhadap alam. Ada juga anjungan geografi yang memaparkan kekayaan alam Indonesia atau anjungan biologi berbentuk akuarium besar.

Tamansari

Untuk membuka sensitifitas anak akan keindahan arsitektur, kita bisa membawa mereka ke Tamansari yang hanya berjarak 15 menit jalan kaki dari Kraton Jogja.  Tempat wisata Jogja yang satu ini dibangun sebagai tempat Sultan Hamengku Buwono I menenangkan diri setelah menjalankan tugasnya yang berat sebagai Raja. Dulu, Sultan akan menyepi di menara sambil melihat ke kolam indah yang ada di bagian tengah Tamansari. Kolam ini jadi makin indah bagi Sultan karena para istri biasanya juga mandi di sini. Awalnya, di bagian luar juga terdapat kebun buah-buahan, di mana selain untuk mencuci mata Sultan juga dapat memetik mangga, semangka, nanas dan lain-lain. Kini, kebun-kebun itu telah berubah menjadi rumah warga, tempat kamu bisa membeli batik tulis buatan mereka dengan harga yang lebih murah.

Sejak memasuki gapura Tamansari, kita akan disuguhi oleh pahatan-pahatan berseni tinggi di dinding. Makin ke dalam, kita akan menemukan taman-taman dengan arsitektur Jawa serta pot-pot besar yang indah. Setelah melewati kolam, kita bisa masuk ke mesjid di bawah tanah. Mesjid yang mendapatkan cahaya dari sinar matahari yang masuk dari bangunan di atasnya memberikan kesan yang syahdu. Di sekitar ruangan mesjid ada lorong-lorong yang selain tembus ke kompleks Kraton Jogjakarta, juga katanya tembus ke Pantai Selatan tempat Sultan bertemu dengan Nyai Roro Kidul.

Tamansari

Tamansari. (Sumber : Instagram via @qyudcx)

Nah, sampai di sini dulu pembahasan mengenai tempat-tempat yang mencerdaskan anak yang berada di Jogja. Tunggu bagian duanya yang juga akan di-post di edisi berikutnya. Pada bagian dua itu, kita akan melihat museum-museum yang akan menggugah kecintaan anak kepada bangsa, baik di bidang seni-budaya dan pertahanan-keamanan. Sampai jumpa!

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.