Terungkap! Ini Alasan Resolusi Kamu Selalu Gagal

Setiap awal tahun baru, sudah jadi tradisi untuk beberapa dari kita menyiapkan resolusi yang mau dicapai. Ingin bisa lebih kurus, ingin menempati posisi baru di karier, mau bisa menabung lebih banyak, dan keinginan-keinginan lainnya. Hari berganti hari, goal yang sudah dirancang perlahan terlupakan oleh hal-hal lainnya. Rencana nge-gym tiga kali seminggu pun berkurang jadi dua kali, satu kali, sampai akhirnya hanya satu bulan sekali… Akhir penghujung tahun nanti pun tiba dan kamu melihat kembali resolusi yang sebagian besar tidak tercapai. Sounds familiar?

Kenapa hal ini terjadi?

Karena saat merancang resolusi tahun baru, yang kita susun hanya hasil yang ingin dicapai. Padahal, yang jauh lebih penting adalah proses.

Contohnya Budi. Budi ingin menurunkan berat badannya, dan memutuskan untuk ikut temannya nge-gym. Tapi Budi sebenarnya tidak suka nge-gym, dan setiap hari “tersiksa” karena harus nge-gym. Akhirnya, cuma sebulan bertahan dan akhirnya berhenti.

Tak hanya untuk resolusi tahun baru, dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering lupa untuk menghargai proses. Terlebih di dunia yang serba cepat dan instan ini. Tapi bagaimana pun juga, hal-hal yang instan pasti mengorbankan kualitas. Nah, untuk mencapai hasil yang bagus, kita harus bisa mengerti dan menghargai proses.

Sayangnya nih, banyak dari kita yang (mungkin tanpa disadari) tidak menghargai yang namanya proses dan cenderung take it for granted. Mulai dari tidak menghargai waktu, effort, hingga skill yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan. Lantas bagaimana kalau cuma ingin hasil dan prosesnya diabaikan? Hasilnya… ya begitulah. Berikut ini kami kumpulkan contohnya yang mungkin juga pernah kamu alami sendiri.

Persiapkan resolusi dengan cermat dalam menyongsong tahun baru 2022 ini

Persiapkan resolusi dengan cermat dalam menyongsong tahun baru 2022 ini (Sumber : pixabay.com)

Pengen Bagus Tapi Harus Cepat

Bikinin desain yang bagus ya, 2 jam kelar kan?

Ini sering kali terjadi di dunia agency. Klien datang dengan dengan brief yang seringnya masih abstrak. Setelah dikirim sebelum deadline, satu hari, dua hari feedback tidak kunjung datang sampai akhirnya masuk email yang isinya: “ini udah oke sih, cuma perlu ganti ini (insert), (insert), (insert). Gampang kok.. Ditunggu filenya sebelum makan siang ya.”

Pengen Bagus Tapi Nggak Mau Bayar

Kan kenalan nih, bikinin yang bagus yah. Tapi gratisin aja… kan gw kenal sama temannya paman pacar lo

Untuk kamu yang punya keahlian di bidang ilustrasi, foto, desain, jahit, masak, dan lain-lain, pasti cukup sering mengalami ini. Kamu posting hasil kerja sebagai bagian dari promosi, lalu datanglah beberapa tawaran dari teman atau kenalan dengan embel-embel, “murahin dong… kan harga teman”. Well, sesekali memberi harga teman untuk jasa yang kamu punya memang tidak ada salahnya. Tapi kalau terus-terusan ditawar begini, sesabar apa pun orangnya pasti akan kesal juga.

Semua Gampang, Semua Murah

Kasih diskonlah, kan tinggal dijahit doang…

Biasanya ini terjadi pada kamu yang sedang merintis brand kecil dan usaha produk handmade. Desain kamu yang simpel lantas dianggap ‘mudah’, tidak memerlukan effort yang besar, dan dianggap pantas dihargai dengan murah. Padahal dalam menciptakan sebuah produk terutama yang dibuat dengan tangan, dibutuhkan keterampilan khusus, kreativitas, kecermatan, dan waktu yang tidak sedikit. Proses itulah yang akhirnya membuat produk handmade unik dan begitu detail.

Sekolah Bertahun-tahun Nggak Ada Artinya

Kan nanya sebentar doang, masa bayar 200 ribu?

Ini mungkin sering dialami oleh dokter, arsitek, atau konsultan. Bertahun-tahun sekolah dan menimba ilmu tapi seperti diremehkan begitu saja. Padahal untuk menjawab – ‘pertanyaan yang sebentar doang’ – tadi dibutuhkan kerja keras, waktu, dan uang yang tidak sedikit juga. Jadi tentu saja harga yang kamu bayar tadi worth the money.

Nah, berkaca dari contoh-contoh di atas, sudah semestinya kalau di awal tahun ini kita lebih bijak dalam membuat resolusi. Tidak hanya menentukan hasil yang ingin dicapai, tapi juga membuat langkah-langkah yang dilakukan setiap harinya untuk mencapai goal tersebut. Hargai dan nikmati setiap proses yang kamu jalani, dengan begitu resolusi kamu lebih mudah dicapai di tahun ini.

Sekali lagi, selamat tahun baru 2022!

 

15

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !