Tips dan Trik Paling Aman Menghadapi Tantrum Si Kecil

Kondisi emosional anak kecil memang belum stabil. Mereka bisa ceria sepanjang hari kemudian berubah menjadi marah dan melemparkan tantrum seketika. Kalau sudah begini ibu-ibu pastinya sakit kepala menghadapi tingkah si kecil. tantrum merupakan perilaku ekspresi anak usia balita berupa marah dan kesal. Perilaku ini sebenanrkan didasari oleh rasa frustasi ketika anak tidak mendapatkan sesuatu sesuai keinginan atau rasa tidak nyaman dalam kondisi tertentu.


“Wah bawaannya ingin marah dan nyubit si kecil tuh kalau sudah ngamuk-ngamuk di tempat umum. Tapi seperti yang diajari orangtua dulu dan buku-buku parenting, justru kekerasan tidak akan membuat anak kapok untuk melakukan hal seperti itu di tempat umum. Walaupun geregetan juga sih ikut emosi kalau anak bertingkah. Tapi ternyata cara diam sangat ampuh. Kita membuat mereka berpikir sendiri mana yang baik dan mana yang buruk dilakukan,” ujar Jovita selaku warga Gading Serpong.

Mengutip dari kidshealth.orgtantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak kecil. Begitu lah cara mereka memberitahu orangtua ketika sedang merasa kesal dan marah. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah stabil secara mental dan bisa mengungkapkan perasaan secara baik-baik. Tugas orangtua adalah mendidik anak agar bisa tumbuh dengan kontrol emosi yang baik.

Menghadapi anak yang sedang tantrum dengan tenang

Menghadapi anak yang sedang tantrum dengan tenang (Sumber : pixabay.com)

Bagaimana trik menangani tantrum? Yuk intip tips di bawah ini.

Anak kecil sudah bisa berpikir ketika diberikan ruang sendiri

Anak kecil juga butuh ruang untuk sendiri. Ketika merasa kesal dan melemparkan tantrum, kondisi pikirannya sedang kacau balau. Diamkan saja ketika mereka mulai mengamuk di tempat umum meskipun sampai guling-guling di lantai. Anak kecil juga punya rasa malu kok ketika akhirnya tingkahnya dilihat orang banyak. Dengan begitu mereka akan berpikir bahwa mengamuk di tempat umum adalah sesuatu yang buruk dan sia-sia.

Biasakan sesi curhat dengan anak

Ketika mereka sudah tenang dan kembali ke kondisi normal, ajak mereka “curhat” dari hati ke hati. Tanyakan apa yang membuat mereka kesal atau apa yang sedang mereka inginkan. Dengan begitu anak akan tumbuh dengan terbiasa berterus terang kepada orangtua tanpa rasa takut dan malu. Menjadikan anak sebagai teman sendiri bisa menunjang masa depannya yang lebih percaya diri dan bahagia.

Jangan memarahi anak yang sedang tantrum

Marah ketika anak melemparkan tantrum adalah kesalahan besar. Mereka bisa menjadikan kesempatan ini untuk memanipulatif perilaku tantrum temper. Seringkali anak yang mengamuk di tempat umum hanya ingin diperhatikan lebih oleh orangtuanya. Namun, memarahi anak yang sedang tantrum hanya akan membuat beban pikiran semakin berat. Karena tantrum tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan tantrum.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !