Tips Menulis Deskripsi Produk Handmade yang Menjual di Toko Online

Bagikan Artikel
Deskripsi produk yang detail dan menarik adalah salah satu hal penting dalam pemasaran toko online

Deskripsi produk yang detail dan menarik adalah salah satu hal penting dalam pemasaran toko online (Sumber : pixabay.com)

Dalam artikel sebelumnya, kami menjelaskan bahwa foto produk yang bagus adalah hal yang penting untuk menarik perhatian pembeli agar mereka tertarik melihat produk handmade-mu. Tapi ketika mulai melihat produknya, pembeli ini pasti punya segudang pertanyaan yang akan menentukan keputusannya jadi membeli atau tidak. Pertanyaan mereka juga pasti akan lebih banyak jika mereka ingin menjual produk handmade yang memang terkenal unik dan kadang punya cara penggunaan dan perawatan sendiri. Jika penjual atau pegawai yang melayaninya tidak bisa menjelaskan dengan baik dan meyakinkan, pembeli tidak akan yakin bahwa produkmulah yang dia butuhkan. Akibatnya tentu saja dia tidak jadi membeli.

Tidak seperti toko fisik atau konvensional, di toko online, kamu sebagai penjual tidak bisa berdiri di samping pembeli untuk menunggu dan menjawab pertanyaan mereka. Kamu mungkin bisa duduk di depan komputer dan/atau smartphone untuk menjawab semua pertanyaan dari calon pembeli. Tapi, cara itu tidak efektif dan sangat menguras waktu, apalagi jika kamu menjual produk handmade. Jadi, satu-satunya tempat untuk menjawab semua pertanyaan yang akan ditanyakan pembeli mengenai produkmu dan meyakinkan mereka untuk membeli adalah deskripsi produk, karena deskripsi produk yang informatif dan detail akan membantumu menjelaskan beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan melalui gambar/foto.

Nah, kali ini, kita akan membahas beberapa tips untuk membuat deskripsi produk yang bagus dan menarik, khususnya untuk produk handmade.

1. Gunakan bahasa yang baik, menjual, dan tepat sasaran

Langkah pertama sebelum mulai mengetikkan deskripsi produkmu adalah (sekali lagi) mengenali produkmu, fungsinya, kelebihannya, dan target pembelinya: siapa yang akan membeli produkmu, dan untuk apa? Dengan mengetahui produk dan target pembelimu, kamu tahu apa saja yang harus dijelaskan di dalam deskripsi produkmu, dan dengan gaya bahasa apa kamu harus menjelaskannya. Jika kamu bisa memberikan deskripsi secara konsisten ke semua produkmu, kamu juga secara tidak langsung membuat gaya tersendiri yang akan dikenal (dan disukai) oleh para calon pembeli.

Misalnya, kamu menjual tas handmade kulit dan target pembelimu rata-rata adalah anak muda. Kamu tentu harus tahu apa yang dicari anak muda dari tas handmade-mu, misalnya daya tahan dan model. Dengan begitu, kamu tentu bisa mengetikkan deskripsi seperti “Buat hari-hari kerjamu makin gaya dengan tas kulit handmade ini. Dengan menggunakan kulit [nama bahannya] dan benang [nama benangnya] yang kuat yang dijahit dengan [metode produksinya], tas bisa tahan bertahun-tahun menemani kesibukanmu dalam bekerja.” Lalu, jika kamu menyediakan kustomisasi untuk produkmu, masukkan juga di dalam deskripsi produk secara singkat.

Kenali dan cari tahu identitas dan keunikan produkmu dengan baik. Jika salah menentukan isi dan gaya bahasa dalam deskripsi produk, kamu akan membuat target pembeli yang sudah tertarik dengan tampilan visual produkmu menjadi tidak jadi membeli karena ragu dan merasa produkmu tidak tepat.

2. Berikan detail produk dan gambaran fisik yang jelas

Foto produkmu memang akan memberikan gambaran visual produk handmade yang kamu jual, serta bisa memperlihatkan detail-detail yang biasanya ada pada produk handmade seperti ukiran dan semacamnya. Tapi, sebagus-bagusnya foto produkmu, beberapa pembeli mungkin tidak bisa menebak atau mengukur ukuran produkmu hanya dari foto saja. Selain itu, ada juga beberapa faktor fisik produkmu yang hanya bisa dijelaskan di deskripsi produk.

Untuk membantu calon pembeli menggambarkan fisik produkmu dengan sempurna, sebaiknya cantumkan dimensi produkmu dengan rinci, lengkap dengan satuannya. Jika tas kulitmu punya ukuran atau dimensi tinggi 30cm, lebar 20cm, dan ketebalan 10cm, cantumkanlah ketiga ukuran itu dengan lengkap. Untuk lebih membantu lagi, terutama untuk calon pembeli yang tidak bisa mengira-ngira panjang (atau tidak membawa penggaris), kamu bisa memberikan perumpamaan untuk gambaran yang lebih jelas. Misalnya, jika produkmu panjangnya 30cm, kamu bisa menuliskan “sepanjang siku” agar pembeli bisa mendapat gambaran yang lebih jelas. Dengan begitu, mereka bisa tahu bahwa ukuran produkmu memang sesuai dengan yang mereka butuhkan.

3. Jelaskan cara menggunakan dan merawat produkmu

Umumnya, produk handmade adalah produk yang dibuat dengan bahan dan metode yang unik. Karena fakta itu, beberapa pembeli mungkin ada yang belum pernah berurusan dengan produk handmade atau bahan tertentu (misalnya kulit) dan ingin tahu cara menjaga dan menggunakan produk yang mereka beli dengan benar. Selain itu, kamu sebagai penjual juga tidak ingin pembelimu mengeluh produk yang mereka jual rusak karena kesalahan penggunaan atau perawatan, bukan karena produkmu cacat.

Nah, tugasmu sebagai penjual adalah memandu mereka menggunakan dan hidup dengan produk yang mereka beli agar mereka bisa menggunakannya dengan baik dan selama mungkin. Beberapa hal yang mungkin kamu bisa tambahkan di deskripsimu antara lain cara penggunaan, cara memelihara (apa yang harus dihindari ketika menggunakan produkmu), dan cara merawatnya (cara mencuci, membuatnya tetap terlihat baru, dan sebagainya). Misalnya kamu menjual tas kanvas, kamu mungkin bisa memasukkan “jangan mengisi barang sampai lebih dari 20 kilogram, jangan sampai terkena air atau basah agar warnanya tetap bagus. Untuk mencuci/membersihkan, gosok dengan kain basah yang lembut.”

Dengan memasukkan panduan dasar dan sederhana seperti ini ke pembelimu, mereka akan bisa menggunakan produk handmade-mu dalam waktu lama sehingga secara tidak langsung menjamin kepuasan mereka atas produkmu. Selain itu, menambahkan panduan itu akan memberi kesan positif bahwa kamu sebagai penjual peduli dengan pembelimu.

4. Pastikan deskripsi singkat dan padat

Tiap orang punya attention span rentang fokus atau perhatian yang bervariasi, dan beberapa di antaranya mungkin tidak punya rentang fokus yang lama. Dengan kata lain, mereka mungkin hanya bisa membaca atau memperhatikan sesuatu yang ada di layar hanya dalam beberapa menit saja. Selain itu, ketika sedang belanja online, terutama produk handmade, beberapa orang mungkin hanya ingin mencari tahu informasi tertentu tentang produkmu seperti bahan, ukuran, atau yang lainnya. Karena itu, kamu harus memastikan bahwa kamu memasukkan deskripsi produkmu sesingkat mungkin, tapi tetap jelas dan padat informasi. Apalagi di zaman ini, banyak orang yang suka mengakses internet dan toko online melalui smartphone sambil chatting atau kegiatan lainnya.

Nah, agar pembeli bisa mendapatkan informasi yang mereka cari tanpa harus membaca banyak, cukup masukkan paragraf pendek di dalam deskripsi produkmu. Lalu, gunakan juga bullet points dengan baik agar beberapa informasi bisa ditemukan dengan mudah. Berikut contoh sederhananya.

Buat hari-hari kerjamu makin gaya dengan tas kanvas handmade ini.
Dengan menggunakan kain kanvas dan benang nilon yang kuat yang dijahit dengan [metode produksinya], tas ini bisa tahan bertahun-tahun menemani kesibukanmu dalam bekerja. Cocok untuk pria maupun wanita.

  • Tinggi, lebar, dan ketebalan 40x25x10cm
  • pocket dan slot untuk laptop dengan layar maksimal 15”
  • Bahannya kuat, tahan lama, tapi tetap ringan

Agar produkmu bisa tahan lama dan tetap terlihat seperti baru:

  • Jangan mengisi dengan beban lebih dari 20 kilogram
  • Jangan sampai basah atau terkena air
  • Bersihkan dengan melapnya menggunakan kain lembut yang dibasahi air dingin. Jangan cuci dengan mesin cuci.

Kamu mungkin punya detail yang lebih banyak untuk produkmu (baik dari bahan, spesifikasi, penggunaan, dan perawatan). Tapi, intinya, pastikan semua informasi yang kamu masukkan di deskripsi produkmu singkat, padat, dan jelas.

5. Lakukan eksperimen

Ini mungkin baru pertama kali kamu menjual produk handmade-mu secara online, dan kamu belum begitu tahu bagaimana sebaiknya memasukkan deskripsi produkmu. Atau, kamu mulai mempelajari siapa saja pembelimu dan bagaimana perilaku mereka, lalu ingin menyesuaikan deskripsi produkmu agar sesuai dengan mereka. Dalam situasi itu, kamu mungkin ingin mengedit deskripsi produkmu agar lebih jelas dan tepat sasaran. Tapi jangan khawatir, deskripsi produkmu tidak akan terkunci begitu kamu memasukkannya. Kamu tetap bisa mengedit deskripsi produkmu kapan saja agar informasi yang kamu sampaikan memang jelas dan sesuai dengan perilaku pembelimu. Jadi, begitu kamu merasa deskripsi produkmu perlu diubah, ubahlah segera.

Nah, sebagai saran, untuk betul-betul mencari tahu target dan perilaku pembelimu, sering-seringlah mencoba. Jika deskripsi atau kata kunci yang kamu masukkan tidak menarik banyak pembeli, coba lakukan modifikasi. Untuk memudahkan eksperimenmu, coba bayangkan dirimu adalah target pembeli yang kamu incar. Apakah kata kuncinya sesuai dengan target? Lalu, ketika kamu membaca deskripsi yang kamu masukkan, apakah kamu sendiri akan semakin yakin untuk membeli? Jika tidak, cobalah bereksperimen dengan kata kunci, deskripsi, dan gaya bahasa yang berbeda.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.