Tradisi Lebaran di Berbagai Negara

Tak hanya di sini, Lebaran di berbagai negara juga mempunyai kekhasan sendiri-sendiri. Dirayakan dalam suasana kebersamaan setelah berpuasa sebulan lamanya. Meski tampaknya saat ini harus dilakukan dengan kondisi yang berbeda, demi kesehatan kita semua.


Seperti sholat Ied di rumah dan tidak ada silaturahmi fisik. Tergantikan oleh komunikasi via gawai. Jalanan pun bakal lebih tampak lengang, akibat kebijakan lockdown di beberapa daerah. Titik-titik wisata pun ikutan sepi, karena tak banyak rombongan keluarga yang merayakan lebaran di sana.

Sudah pasti Lebaran akan sangat terasa berbeda. Sepi dan tak ubahnya seperti hari-hari biasa. Namun jangan meratapi. Lebaran harus tetap disyukuri dan dimenangkan oleh kita semua. Agar tahun-tahun ke depan, lebaran bisa kembali semarak dan bisa berkumpul lagi dengan sanak saudara.

Malaysia dan Brunei Darussalam

Budaya di Malaysia dan Brunei Darussalam sebenarnya tak banyak berbeda dengan Indonesia. Di sana, Lebaran juga diwarnai pulang ke kampung halaman, menyajikan makanan khas, memakai baju baru atau bernuansa tradisional, serta saling berkunjung. Ketika malam takbir, akan banyak pawai berkeliling sambil menyalakan obor. Bedanya tidak banyak petasan yang boleh dihidupkan dengan bebasnya.

Cina

Begitu Lebaran datang, para muslim di Cina akan ramai-ramai mendatangi makam Sayyid Ajjal. Seorang tokoh terkemuka yang dulunya memperkenalkan Islam. Mereka gotong royong membersihkan makam, berlanjut dengan membaca kitab suci bersama-sama. Dirangkai dengan berkumpul bersama keluarga besar sembari menikmati hidangan. Rata-rata menunya mengandalkan daging sapi, bebek, angsa, atau ikan.

India

Lebaran di India juga ramai sekali. Di malam terakhir Ramadhan, atau yang disebut Chaand Raat, masyarakat akan berbondong-bondong keluar ke bazaar. Berbelanja kebutuhan, namun mayoritas yang dibeli adalah pakaian baru serta pernak perniknya. Para wanita akan mengenakan pakaian tradisional dan menghias tangannya dengan henna. Setelah usai sholat Ied, mereka lalu berkumpul sambil menyantap Servai.

Mengenal berbagai tradisi lebaran

Mengenal berbagai tradisi lebaran (Sumber : pixabay.com)

Timur Tengah

Negara yang berada di Timur Tengah, misalnya Arab dan sekitarnya hampir mempunyai ciri khas yang sama. Mereka akan menghias rumah dengan lampion berwarna-warni. Daging domba menjadi andalan yang dicampur nasi dan sayuran. Lalu ada pula pagelaran musik, membaca puisi, teater, dan pawai yang kental nuansa Timur Tengahnya. Bila keluarga besar berkumpul, antara laki-laki dan perempuan terpisah di ruang yang berbeda.

Afrika Selatan

Para muslim di Afrika Selatan saat Lebaran tiba akan berkumpul di Green Point, kota Cape Town. Tujuannya untuk menyaksikan hari Ramadhan yang terakhir. Mereka juga bertandang ke rumah keluarga atau tetangga dekat. Berbalut pakaian dan sajian menarik dari sana.

Amerika dan Eropa

Rata-rata muslim di Amerika dan Eropa adalah para imigran. Atau orang yang sedang bekerja dan sekolah. Bersama-sama saat Lebaran, mereka akan menggelar sholat Ied di area terbuka yang telah diizinkan. Ada pula yang di tempat kedutaan negara asal. Kehangatan dilanjutkan dengan sesama yang biasanya juga menghadirkan hidangan khas negara masing-masing. Hal ini guna mengobati rasa kangen pada Lebaran dan famili yang terpisah ribuan kilo jauhnya.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !