Ulasan Lengkap Alat Musik Gendang! Sejarah, Jenis, dan Fungsinya

Bagikan Artikel
Alat musik Gendang memegang peranan penting bagi tanah Jawa

Alat musik Gendang memegang peranan penting bagi tanah Jawa. (Sumber : budayajawa.id)

Alat musik gendang (kendang) telah dikenal di tanah Jawa sejak pertengahan abad ke-9 M. Instrumen ini memiliki banyak nama lain seperti:

  • Padahi.
  • Pataha.
  • Murawaatau muraba.
  • Muraja.
  • Panawa.
  • Kahala.
  • Damaru.

Berbagai variasi nama tersebut menunjukkan adanya bermacam ukuran, bentuk, juga bahan dasar yang digunakan. Misal gendang berukuran kecil yang ditemukan pada arca Dewa, jenis tersebut dikenal sebagai Damaru. Instrumen ini juga ditemukan pada relief beberapa candi terkenal di Indonesia, seperti:

  • Candi Borobudur.
  • Candi Siwa di Prambanan.
  • Candi Tegawangi.
  • Candi Panataran.

Selain itu, terdapat kesamaan antara sumber tertulis Jawa Kuno dengan sumber tertulis di India. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi kontak budaya antara keduanya di masa lalu khususnya dalam bidang seni.

Namun demikian, dalam sejarah tidak ada kesimpulan bahwa instrumen tersebut mengandung pengaruh dari India. Sebab, jenis alat musik membranofon ini diperkirakan telah ada sebelum adanya kontak budaya dengan India. Seperti pada zaman Perunggu telah dikenal adanya Moko dan Nekara dengan bentuk dan fungsi serupa gendang.

Berbagai Jenis Alat Musik Gendang

Dilihat dari ukurannya, gendang dibagi menjadi beberapa macam. Gendang berukuran kecil disebut Ketipung, sedangkan yang berukuran sedang disebut Ciblon atau Kebar. Ada pula gendang berukuran besar yang merupakan pasangan dari ketipung. Jenis ini dinamakan kendang gedhe atau dikenal dengan sebutan “kendang kalih”. Ada lagi jenis yang khusus digunakan untuk pewayangan yaitu “Kendang Kosek”.

Selain beberapa macam alat musik gendang tersebut, di Indonesia terdapat beberapa versi lain, seperti:

1. Kendang Sunda di Jawa Barat

Gendang di daerah Jawa Barat umumnya disebut kendang Sunda. Satu set jenis ini minimal terdiri dari tiga kendang yaitu satu indung (berukuran besar) dan dua anak (gendang kulanter). Kulanter terbagi menjadi dua yakni katipung (dibunyikan wangkis di bidang besarnya) dan kutiplak (dibunyikan wangkis di bidang kecilnya).

Terdapat berbagai macam kendang Sunda yang dibedakan berdasarkan fungsinya dalam iringan, antara lain:

  • Kiliningan.
  • Jaipongan.
  • Ketuk Tilu.
  • Keurseus.
  • Penca Silat.
  • Bajidoran.
  • Sisingaan.

Setiap jenis tersebut memiliki perbedaan dalam hal ukuran, pola, ragam, dan motif pada karawitan Sunda.

2. Kendang Jaipong

Kendang Jaipong atau Jaipongan merupakan jenis kendang Sunda yang digunakan sebagai pengiring tari Jaipongan. Jenis Jaipong termasuk salah satu jenis yang tersebar di berbagai daerah nusantara bahkan mancanegara. Kendang Jaipong dapat dimainkan dalam berbagai jenis kesenian di Indonesia, misalnya:

  • Di Jawa Barat, instrumen jenis ini sering dimainkan dalam kesenian Wayang Golek, Kiliningan, Ketuk Tilu, dan Bajidoran.
  • Di Yogyakarta, Jaipong dimainkan dalam kesenian Campursari, Wayang Kulit, Ketoprak, Jatilan, Iringan Tari Kreasi Baru, hingga Komposisi.
  • Di Semarang, Jaipong kerap dimainkan dalam kesenian Gambang Semarang.
  • Di Banyumas, jenis instrument ini kerap tampil dalam kesenian Angklung Banyumas dan Wayang Kulit.
  • Di Bali, Jaipong sering pula dimainkan dalam salah satu kesenian khas setempat yakni Joged Bumbungkein.

Selain itu, kendang Jaipong beserta nuansa musikalitasnya kerap diadopsi oleh genre musik populer seperti jazz, dangdut, hingga keroncong. Hal ini manandakan bahwa Jaipong memiliki fleksibilitas tinggi sehingga bisa “masuk” pada berbagai jenis kesenian.

Teknik memainkan alat musik gendang

Ada beberapa teknik memainkan alat musik gendang, secara umum caranya seperti berikut:

  • Hal pertama yang harus dilakukan ketika bermain alat musik ini yaitu dengan meletakkan tangan kanan di bagian permukaan instrumen berukuran kecil. Sedangkan tangan kiri diposisikan pada bagian permukaan instrumen berukuran lebih besar. Upayakan posisi tangan senyaman mungkin, jangan terlalu tegang karena dapat memengaruhi permainan serta kualitas suara yang dihasilkan.
  • Tangan bagian kanan memukul permukaan instrumen menggunakan jari telunjuk dan jari manis pada bagian badan instrumennya. Ketukan harus disesuaikan dengan lagu. Untuk mengetahui ketukan yang tepat pada sebuah lagu, dilakukan dengan cara menghayati lagu tersebut lebih dulu. Kemudian mengingat ketukan tersebut lalu menuangkannya ke dalam permainan.
  • Teknik memukul pada tangan bagian kiri berbeda dengan bagian kanan. Cara memukulnya menggunakan ujung jari telunjuk dan jari manis, lalu diikuti menggunakan tangan bagian dalam (telapak tangan) sebagai perpaduan.

Itu tadi merupakan teknik dasar dalam permainan alat musik gendang. Akan tetapi, untuk jenis kendang Sunda terdapat teknik pukulan khusus. Teknik memainkan kendang Sunda disebut dengan istilah Tepak. Tepak bisa juga diartikan sebagai teknik pukulan (tepuk, tepukan). Tepak merupakan gaya seseorang ketika memainkan instrumen, pola dalam sebuah lagu, ragam, atau motif dalam instrumen tersebut.

Tepak Jaipongan diciptakan oleh Suwanda, ialah seorang seniman berasal dari Karawang, Jawa Barat. Tepak Jaipongan tercipta dari beberapa jenis kesenian yang banyak berkembang di masyarakat Sunda (Jawa Barat). Salah satu ciri khas tepak Jaipongan yakni teknik diteunggeul, di mana teknik ini berarti memainkan instrumen secara keras, bertenaga, dan energik.

Fungsi Alat Musik Gendang

Fungsi alat musik ini dalam sebuah gending (lagu) cukup penting, yaitu untuk mengendalikan tempo dan irama setiap gending. Baik tempo pokok, irama cepat, irama lambat, dan tangkap, diatur menggunakan bunyi instrumen ini. Selain itu, alat musik satu ini juga berfungsi untuk mengawali dan mengakhiri gending.

Fungsi alat musik gendang dalam karawitan Sunda dibagi menjadi 5 kategori, yakni:

  • Anggeran wiletan yaitu sebagai penjaga irama.
  • Anceran wiletan yaitu sebagai pemberi irama baik pada awal gending maupun pertengahan gending sesuai kebutuhan.
  • Amardawalagu yaitu sebagai melodi gending itu sendiri.
  • Arkuh lagu atau juga bisa diartikan sebagai kerangka lagu.
  • Adumanis lagu yaitu sebagai pendukung ritmis pada wadrita-wadrita lain atau sinden.

BSD City

Informasi Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD City) dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Oce sarupy berkata:

    Kk kesimpulan dari gendang apa si

  2. Cimot berkata:

    Gk jelas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.