Waspada, Kenali Tanda-Tanda Kesepian

Sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Tapi meski hidup bersama, adakalanya kesepian tetap melanda. Tak jarang terjadi pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kenali tanda-tandanya, sebab sering tak disadari.


Bahkan Britania Raya pada 2018 sengaja membentuk Kementerian Kesepian. Guna mencegah segala macam dampak kesepian yang mengancam jutaan warga di sana. Kementerian yang sama tahun lalu juga dibentuk di Jepang. Sehubungan dengan adanya pandemi yang mengharuskan jarak, membuat isolasi, dan rawan menyebabkan depresi.

Umumnya kesepian muncul akibat adanya perubahan yang memutuskan dengan lingkungan. Misalnya berpisah dengan orang-orang terdekat, baru datang ke tempat tinggal baru, dan sebagainya. Selain itu, kesepian juga terjadi karena dalam pikiran dan emosi merasa sendiri. Merasa tidak diterima, tidak ada yang mengerti dan memahami, hingga akhirnya memilih untuk sendiri. Segalanya terasa kosong dan hampa. Meski pada dasarnya dikelilingi oleh banyak orang atau berada di keramaian.

Teman di dunia maya lebih banyak

Waspadai ketika jumlah teman di dunia maya lebih banyak dibanding teman riil. Coba sadari dari sekarang seberapa banyak teman sebenarnya yang menghubungi atau dihubungi. Minimal sekadar bertegur sapa. Jika terasa sudah lama Anda tidak menjalin percakapan dengan teman yang sesungguhnya tapi jumlah kawan di media sosial terus bertambah, tandanya kesepian itu yang lebih dekat dengan Anda selama ini.

Mudah stres

Serta mudah stres. Bahkan untuk hal-hal yang sifatnya ringan dan dalam kondisi rileks, stres tetap menghampiri. Diduga terjadinya stres dikarenakan minimnya sifat asli manusia yang seharusnya melakukan interaksi atau berbagi pada sesama. Seolah-olah semuanya menjadi masalah yang harus dibebankan dan dipikirkan sendiri.

Jarang tidur nyenyak

Salah satu tanda yang sering tidak disadari namun mudah dikenali adalah jarang tidur nyenyak. Seseorang yang mengalami kesepian di tiap tidur malamnya akan beberapa kali terbangun. Gangguan ritme tidur ini akan berjalan lama dan membentuk siklus tersendiri. Biasanya dari tidur yang tak nyenyak, penderita kesepian juga merasakan acap kali kelelahan yang tidak beralasan.

Melampiaskan ke makanan

Percaya atau tidak, beberapa orang yang kesepian mengalihkan dukanya pada makanan. Sayangnya, makan berlebihan dan tergolong menu tak sehat (khususnya makanan instan, gula berlebihan alias makanan manis, dan cepat mengenyangkan). Alhasil tanda lain dari orang kesepian identik dengan berat badan yang bertambah.

Seringkali orang tidak menyadari dirinya kesepian

Seringkali orang tidak menyadari dirinya kesepian (Sumber : pixabay.com)

Berlebihan dalam beberapa aktivitas

Gejala kesepian juga dapat dikenali dari adanya melakukan beberapa aktivitas secara berlebihan. Dalam arti lebih lama dan sering dari orang-orang kebanyakan. Seperti lebih lama mandi, menonton televisi atau film, lebih lama menghabiskan makanan, serta lain-lain. Ada kemungkinan dilakukannya suatu aktivitas dalam tempo lama bertujuan untuk mengisi waktu yang sendiri.

Sakit tak berkesudahan

Ternyata kesepian ditandai pula dengan sakit tak berkesudahan. Berhubungan dengan daya imun yang melemah. Sebuah studi dari UCLA juga mengungkap penemuan mengenai kerentanan imun orang kesepian akan infeksi virus. Mudah terserang demam atau penyakit berulang lainnya. Maka dari itu, hati-hati bila sudah mengalami. Dari sini sering menuju ke penyakit yang lebih parah. Seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, dan masih banyak lagi.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi !