What to Expect in Karimunjawa : Plus-Minus Jika Kamu Ingin Berlibur ke Sana

Ada banyak tempat wisata yang sudah jelas memberi keuntungan bagi pengunjungnya. Maksudnya, investasi uang, waktu dan tenaga yang kamu keluarkan langsung terbayar pada saat kamu melihat indahnya alam atau mengikuti kegiatan di tempat tujuan. Misalnya, lelahnya menyetir dari Jakarta akan terobati saat kita tiba di Anyer yang jaraknya tidak terlalu jauh. Atau, pegalnya naik kapal kayu selama tiga jam akan menguap saat mata kita terpaku pada taman koral di kepulauan Seribu. Tapi, bagaimana dengan tempat-tempat wisata yang menuntut usaha lebih atau uang yang lebih banyak untuk mencapainya? Atau tempat-tempat yang fasilitasnya masih kurang? Sebelum pergi, lebih baik kita mencari tahu dulu apa yang akan kita dapatkan jika pergi ke sana, baru setelah itu memutuskan apakah hal yang ditawarkan tempat itu sesuai dengan pengorbanan yang harus dikeluarkan atau tidak.

Peta Kepulauan Karimunjawa

Peta Kepulauan Karimunjawa (Sumber : timvisitkarimunjawa.com)

Kepulauan Karimunjawa adalah salah satu dari tempat itu, ada beberapa “kelemahan” yang dimilikinya, yang membuat trip ke sana –mulai dari di perjalanan sampai pada saat kita di lokasi— masuk dalam kategori “agak menyusahkan”. Tetapi pay-off­-nya pun tidak main-main. Ragam pemandangan pulau-pulaunya lebih kaya dari Pulau Seribu. Koleksi terumbu karangnya juga sangat menarik, ada 51 genus terumbu karang di Karimunjawa yang siap memukaumu.

Sekarang, bagi kamu yang belum pernah ke Karimunjawa, BSD.City akan membeberkan plus-minus perjalanan ke sana. Setelah itu, silakan menjadi juri bagi dirimu sendiri untuk memutuskan, is it worth it?

Kekurangan

Perjalanan yang jauh

Momok terbesar bagi travellers yang ingin menjejakkan kaki di Karimunjawa adalah waktu tempuhnya. Untuk kamu yang mau menghemat dan (sebagai gambaran) naik bus dari Jakarta, maka perjalanan dimulai dengan 12 jam lebih duduk di bus Jakarta-Semarang atau Jakarta-Jepara, walau sebagian besar bisa dilalui dengan tidur jika berangkat malam. Lalu kita harus ke pelabuhan Tanjung Emas, Semarang atau pelabuhan Kartini, Jepara untuk naik perahu. Perjalanan naik ferry atau speedboat ini memakan waktu 3 sampai 6 jam tergantung dari apa jenis perahunya dan titik keberangkatannya (dari Semarang lebih cepat).

Dermaga Wisata Karimunjawa atau Pelabuhan Rakyat

Dermaga Wisata Karimunjawa atau Pelabuhan Rakyat (Sumber : karimunjawa.co.id)

Keberangkatan perahu yang dapat terkendala cuaca

Sebagai permulaan, tidak ada pelayanan harian perahu dari dan ke kepulauan Karimunjawa. Dalam seminggu, hanya ada dua jadwal pelayaran ferry (jadwal bisa dilihat di bawah). Konsekuensinya, jika kita ketinggalan kapal di satu keberangkatan, maka kita baru bisa berangkat 3-4 hari setelahnya –Tips : lebih baik beli tiket kapalnya jauh-jauh hari sebelumnya. Hal ini diperburuk dengan bergantungnya jadwal keberangkatan perahu pada kondisi cuaca. Jika kira-kira akan hujan, maka kepala pelabuhan tidak akan memberi izin bagi kapal untuk berangkat. Penundaannya bisa dari beberapa menit sampai lebih dari satu hari. Maka, kita harus merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk membuat rencana jika kita terhalang untuk pulang.

Jadwal pelayaran ferry :

Semarang – Karimunjawa hari Sabtu (09.00) dan Senin (07.00); Karimunjawa – Semarang hari Minggu (16.00) dan Selasa (11.00).

Jepara – Karimunjawa hari Sabtu, Senin, Rabu (09.00); Karimunjawa – Jepara hari Minggu & Selasa (08.00) serta Kamis (09.00)

Tugu Selamat Datang Karimunjawa

Tugu Selamat Datang Karimunjawa (Sumber : seputarsemarang.com)

Pasokan listrik yang terbatas

Mari diingat kembali bahwa kepulauan Karimunjawa terpisah dari mainland oleh laut. Sehingga, pasokan listrik disuplai dari generator yang menggunakan tenaga solar. Karena terbatas, maka listrik di pulau ini dinyalakan hanya dari jam 6 sore sampai 6 pagi. Jadi, tidak ada tuh yang namanya nonton TV atau nge-charge handphone di siang hari, kecuali jika resort yang kamu tinggali punya generator sendiri. Agak menyusahkan, memang, bagi mereka yang sudah sangat tergantung pada teknologi. Solusinya sih mudah, banyak-banyakin jalan-jalan melihat laut saja sebelum waktu listrik dihidupkan.

Pulau tempat menginap yang kecil

Kebanyakan orang menginap di pulau Karimunjawa saat ke kepulauan ini. Luas pulau ini hanya 2.700 hektare, dapat dikelilingi hanya dalam waktu 2 jam dengan menyewa motor. Ditambah dengan pulau di sebelahnya (pulau  Kemujan, 1.400 hektare) yang dipisahkan oleh selat selebar tiga meter, hanya dalam waktu satu hari pulau tempat kita menginap ini bisa kita kelilingi. Sedangkan untuk menyewa perahu untuk jalan-jalan ke pulau lain, kita harus mengeluarkan biaya antara Rp. 300.000 – Rp. 500.000 / perahu dan tidak ada ATM di pulau ini. Jadi, pastikan plan kamu dan cadangan dana selama di kep. Karimunjawa sudah baik daripada kamu akhirnya terkatung-katung di pulau kecil ini.

Keunggulan

Now here comes the good part. Keindahan utama yang terdapat di kepulauan Karimunjawa adalah ragam pulaunya, koleksi terumbu karangnya dan wisata kulinernya. Untuk tahu lebih detail, read on :

Ratusan ikan di pulau Menjangan Kecil

Yang pasti, warna-warni ikan-ikan yang hidup di sekitar pulau Menjangan Kecil jauh mengalahkan ikan-ikan yang ada di spot snorkelling di Nusa Dua, Bali. Jika di Nusa Dua kita harus ikut seawalker untuk bisa main yang puas dengan ikan, di pulau Menjangan Kecil kita cukup berenang di permukaan air atau naik glass-bottom boat untuk disajikan pemandangan berkelompok-kelompok ikan damselfish yang hitam-putih, butterfly yang pipih kuning, angel yang kepalanya biru tapi buntutnya kuning, parrot yang berwarna dasar biru dengan totol-totol kuning atau abu-abu metalik, puffer yang bisa menggelembung kalau ketakutan dan lain-lain.

Diving site lain yang punya koleksi ikan yang menakjubkan : Taka Menyawakan.

Banyak spot diving yang indah di kepulauan Karimunjawa

Banyak spot diving yang indah di kepulauan Karimunjawa (Sumber : karimun-jawa.id)

Berenang bersama hiu di pulau Menjangan Besar

Di pulau Menjangan Besar terdapat penangkaran hiu, penyu dan barracuda. Hebatnya, jika di penangkaran di kepulauan Seribu, kita tidak diperbolehkan masuk, di Karimunjawa kita boleh berenang bersama hiu dan penyu-nya (sebaiknya tidak masuk ke kolam barracuda, karena ikan ini cukup ganas). Untuk kamu yang ingin berenang dengan hiu, pastikan tidak ada luka terbuka di tubuhmu. Jika tidak mencium bau darah, hiu-hiu kecil ini cuek saja saat melihatmu kok. Oh ya, jika kamu masuk ke kolam penyu, harap jangan menyiksa binatang lembut itu dengan mengangkatnya keluar dari air, ya.

Berenang bersama hiu di Pulau Menjangan Besar

Berenang bersama hiu di Pulau Menjangan Besar (Sumber : agenwisatakarimunjawa.com)

Terumbu karang di pulau Cemara Besar & pulau Cemara Kecil

Pulau Cemara Besar adalah pulau yang dilindungi. Apa artinya ini? Artinya, pemandangan alamnya sangat terjaga dan masih perawan. Kamu juga harus ikut andil menjaganya, ya.

Apa saja yang bisa kita temui di pulau Cemara Besar? Yang pertama adalah hamparan pasir putih yang luas. Sebagian pasir ini terrendam air sehingga seakan-akan membentuk kolam renang dangkal beralaskan pasir. Cocok sekali untuk berenang. Makin ke tengah, permukaan air yang jernih berubah menjadi hijau, menandakan dalamnya air yang makin menjorok. Di sini, soft-coral dan hard-coral menyambut kedatangan kita. Karena terletak dekat dari pantai, maka untuk menikmati terumbu karang di pulau Cemara Besar, kita cukup menggunakan alat snorkel yang bisa disewa dengan harga Rp. 40.000-an. Di tengah pulau Cemara Besar terdapat rimbunan hutan cemara, tetapi kita tak boleh memasukinya karena dilindungi.

Pulau Cemara Besar, Karimunjawa

Pulau Cemara Besar, Karimunjawa (Sumber : karimunjawa.blog)

Pulau Cemara Kecil memiliki keindahan seperti pulau Cemara Besar, hanya saja besarnya yang lebih mini dibanding “abangnya”. Sebagian besar dari 90 spesies koral di Karimunjawa bisa kamu temui di sekitar Pulau Cemara Besar dan pulau Cemara Kecil.

Sunset di Tanjung Gelam

Sunset di pulau Tanjung Gelam

Sunset di pulau Tanjung Gelam (Sumber : tripadvisor.co.id)

Pulau Tanjung Gelam terletak di bagian paling barat kepulauan Karimunjawa. Jika melihat terus ke barat, maka pemandangannya adalah laut yang tak terbatas. Jika kita memutuskan untuk menghabiskan hari di sini, maka kita akan melihat matahari yang seakan-akan “tenggelam” ke dalam laut. Warna langit yang oranye pada saat-saat ini membuat kita tak ingin meninggalkan Karimunjawa.

Beri Reaksi Anda & Sebarkan Artikel Ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

www.bsd.city

Media publikasi kawasan Serpong yang meliputi BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong. Selain itu, kami juga menyajikan informasi gaya hidup masyarakat perkotaan terkini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Situs Terlindungi !